Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang memastikan seluruh bangunan rumah tangga dan tempat usaha akan dikunjungi petugas dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menegaskan bahwa sensus ini bersifat menyeluruh sehingga tidak ada satu pun bangunan yang terlewat. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu menerima petugas karena setiap pendata telah dibekali identitas resmi yang mudah dikenali.
Menurut Umar, penduduk yang berdomisili di Kota Malang, termasuk penghuni rumah kontrakan dan kos, juga menjadi sasaran pendataan. “Orang yang berdomisili di seluruh wilayah Kota Malang akan kami data sesuai ketentuan sensus yang berlaku,” ujarnya dalam program Halo RRI, Kamis 18 Juni 2026.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga, petugas sensus dilengkapi atribut resmi seperti rompi, ID card, surat tugas dari BPS, dan perangkat digital untuk pendataan. Sebelum mendatangi rumah warga, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat. “Sebelum melakukan pendataan, petugas akan melapor terlebih dahulu kepada pengurus wilayah seperti RT dan RW,” jelas Umar.
Umar mengimbau masyarakat untuk memberikan data yang benar dan menerima petugas dengan baik. Hal ini penting agar hasil pendataan dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi Kota Malang secara akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung dengan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah Kota Malang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan