Media Kampung – Pemerintah Kota Malang bersama Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan program cabainisasi di kelurahan sebagai upaya strategis menekan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan. Program ini melibatkan 856 mahasiswa yang diterjunkan ke masyarakat untuk mendistribusikan dan menanam bibit cabai di berbagai kelurahan.
Latar Belakang Program
Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi yang fluktuatif. Ketika pasokan berkurang akibat cuaca atau gangguan produksi, harga cabai dapat melonjak dan memengaruhi tingkat inflasi daerah. Oleh karena itu, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pasar, tetapi juga melalui penguatan produksi di tingkat masyarakat.
Peran FTAB UB dan Mahasiswa
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menjelaskan bahwa program cabainisasi masuk dalam skema Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB UB. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk berkontribusi langsung dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah. “Kami memiliki 856 mahasiswa yang diterjunkan ke masyarakat. Program cabainisasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Bibit cabai akan dimanfaatkan di berbagai kelurahan sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya pada Kamis (26/6/2026).
Dukungan Pemerintah Daerah
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik keterlibatan FTAB UB dalam mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan bibit cabai bagi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah yang selama ini mendorong pemanfaatan lahan untuk budidaya cabai. “Memang kebutuhan bibit cabai cukup tinggi. Selama ini kami juga telah mendorong masyarakat untuk menanam cabai karena komoditas ini masih menjadi salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi. Dengan adanya bantuan bibit cabai ini, kelurahan-kelurahan yang memiliki lahan potensial bisa semakin produktif,” ujar Wahyu.
Potensi Wilayah dan Dampak
Sejumlah wilayah di Kota Malang memiliki potensi pengembangan budidaya cabai, terutama di Kecamatan Kedungkandang dan beberapa kawasan lain yang masih memiliki lahan cukup luas. Melalui program cabainisasi, pemerintah daerah berharap pasokan cabai dapat lebih terjaga sehingga mampu mengurangi gejolak harga di pasaran. Selain membantu pengendalian inflasi, gerakan menanam cabai juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat dan memperkuat ekonomi keluarga.
Dengan semakin banyaknya warga yang menanam cabai, Kota Malang diharapkan memiliki pasokan yang lebih stabil dan tahan terhadap fluktuasi harga pangan. Program ini menjadi contoh konkret sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah inflasi dan ketahanan pangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan