Media Kampung – 16 April 2026 | Polsek Pasirian, bagian dari Polres Lumajang, Jawa Timur, mengintensifkan patroli dialogis untuk menekan potensi kejahatan 3C di wilayah Kecamatan Pasirian.

Patroli ini dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, dengan menargetkan titik-titik rawan pada jam-jam tertentu.

Kegiatan patroli dialogis mencakup pemantauan visual, penyebaran informasi, dan interaksi langsung dengan warga setempat.

Petugas menyoroti tiga jenis kejahatan 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, menegaskan bahwa pendekatan ini bersifat preventif dan rutin.

“Melalui patroli dialogis ini, kami membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Loni dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa dialog aktif dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan.

Patroli difokuskan pada area-area yang sebelumnya tercatat memiliki tingkat kejahatan 3C yang lebih tinggi, seperti pasar tradisional dan jalur transportasi utama.

Data internal Polres Lumajang menunjukkan peningkatan laporan kejahatan 3C pada kuartal pertama tahun 2026, sehingga memicu aksi pengetatan pengawasan.

Petugas juga memberikan edukasi tentang penggunaan kunci ganda pada kendaraan serta pentingnya sistem keamanan lingkungan, termasuk ronda malam.

Warga diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan melalui nomor darurat kepolisian.

Salah satu warga, Budi Santoso, menyatakan dukungan penuh terhadap patroli ini dan siap membantu menjaga keamanan lingkungan.

Polsek Pasirian berkomitmen untuk terus melakukan patroli rutin dan dialogis guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kondisi keamanan di Pasirian pada awal tahun 2026 sempat mengalami penurunan, terutama pada malam hari, yang menjadi faktor pendorong pelaksanaan program ini.

Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan 3C.

Selain patroli, Polsek Pasirian juga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan yang sempat tidak berfungsi akibat pemeliharaan teknis.

Program ini selaras dengan kebijakan nasional tentang peningkatan keamanan berbasis masyarakat.

Para petugas menggunakan kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan perangkat komunikasi real‑time untuk koordinasi cepat.

Setiap interaksi dialogis dicatat dalam laporan harian untuk evaluasi efektivitas program.

Hasil evaluasi awal menunjukkan penurunan signifikan pada laporan pencurian kendaraan bermotor selama dua minggu pertama pelaksanaan.

Polisi menekankan pentingnya konsistensi warga dalam melaporkan setiap kejadian mencurigakan untuk memperkuat data intelijen.

Dengan dukungan aktif masyarakat, Polsek Pasirian optimis dapat menurunkan angka kejahatan 3C secara berkelanjutan.

Patroli dialogis akan terus berlanjut hingga kondisi keamanan mencapai titik stabil yang diharapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.