Media Kampung – Penerbangan komersial rute pulang pergi Jember-Surabaya resmi diaktifkan kembali pada Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Maskapai Wings Air mengoperasikan pesawat ATR berkapasitas 75 penumpang dengan frekuensi empat kali dalam sepekan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, berhasil menggandeng Wings Air untuk menghidupkan kembali rute yang sempat beberapa kali mati akibat berbagai persoalan, mulai dari kasus hukum dana sewa pesawat pada 2008 hingga dampak pandemi Covid-19 pada 2020. Kini, penerbangan hadir dengan jadwal lebih padat: setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pesawat lepas landas dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan dari Jember pukul 10.30 WIB, dengan harga tiket berkisar Rp676.000–Rp700.000.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran anggota DPR RI Rivqy Abdul Halim yang menjadi jembatan komunikasi dan negosiasi dengan Wings Air. Rivqy, yang merupakan anak petinggi PKB Abdul Halim Iskandar dan kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, terhubung langsung dengan Rusdi Kirana, Co-Founder Lion Air Group. “Ini tidak terjadi begitu saja, prosesnya panjang. Di situlah peran Gus Rivqy yang sangat sentral membantu Pemkab Jember mewujudkan penerbangan ini,” ujar Gus Fawait.
Presiden Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Adi Kuncoro, menjelaskan bahwa frekuensi empat kali sepekan dipilih agar waktu penerbangan lebih fleksibel dan terkoneksi dengan Bandara Juanda Surabaya yang melayani banyak rute domestik dan internasional. “Dari Surabaya maupun dari Jember, penumpang dapat terkoneksi dengan berbagai kota lain di Indonesia, bahkan luar negeri melalui jaringan Lion Group,” jelasnya.
Sebelum reaktivasi rute Jember-Surabaya, Bandara Notohadinegoro yang sempat terbengkalai kini semakin sibuk setelah sebelumnya sudah membuka rute Jember-Denpasar. Masyarakat Jember kini memiliki lebih banyak opsi transportasi, tidak hanya darat tetapi juga udara. “Sudah menjadi nikmat dan prestasi bagi Jember. Bayangkan, Jember kembali dipercaya membuka penerbangan ke Jakarta dan sekarang ke Surabaya,” tutup Gus Fawait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan