Media Kampung – Hari Raya Idul Adha di Jember tidak hanya dikenal dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dengan tradisi makan bersama keluarga yang hangat. Salah satu hidangan favorit yang selalu hadir adalah ketupat ayam, yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur setelah salat Idul Adha.
Ketupat ayam biasanya disajikan bersama opor ayam, gulai, sate, atau rendang, sesuai dengan tradisi kuliner Nusantara. Sejak pagi hari, warga mulai menyiapkan hidangan dengan aroma santan dan rempah khas yang memenuhi rumah, menambah kehangatan suasana Idul Adha.
Siti Aminah, warga Pondok Bedadung Indah Jember, mengungkapkan bahwa tradisi makan ketupat ayam sudah berlangsung turun-temurun di keluarganya. Ia mengatakan, “Kalau Idul Adha rasanya belum lengkap tanpa ketupat dan opor ayam. Setelah salat Id, biasanya keluarga langsung kumpul makan bersama.” (Rabu, 27 Mei 2026)
Selain sebagai hidangan khas, ketupat memiliki makna filosofis tentang kebersihan hati dan kebersamaan keluarga. Proses pembuatan ketupat sering dilakukan secara gotong royong beberapa hari sebelum Idul Adha, mempererat silaturahmi antarwarga.
Banyak warga juga membagikan ketupat ayam kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk berbagi kebahagiaan. Tradisi sederhana ini tetap lestari meskipun zaman terus berkembang, menjadi pengingat pentingnya rasa syukur dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Jember.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan