Media Kampung – Jember Creative Center menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember dengan memanfaatkan potensi seni sebagai penggerak utama. Para pelaku seni yang tergabung dalam komunitas ini mengedepankan kolaborasi dan pengemasan karya yang bernilai guna memperkuat ekosistem kreatif di daerah tersebut.
Dalam diskusi Ngobras yang digelar di Pro 1 RRI Jember pada Senin, 25 Mei 2026, para seniman dari berbagai bidang berbagi pandangan tentang bagaimana seni dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Wisnu Saga, seorang pegiat seni pertunjukan, menekankan pentingnya nilai tambah dalam setiap karya seni agar mampu bersaing di pasar. Ia menggarisbawahi bahwa performa yang baik, baik di panggung maupun di luar panggung, menjadi kunci utama dalam menciptakan nilai ekonomi. Filosofi Ajining Diri Soko Busono yang ia sebut relevan menunjukkan bahwa penampilan dan kualitas karya sangat menentukan keberhasilan di industri kreatif.
Di sektor perfilman, Bayu Pradana yang aktif melalui Layar Siswa menaruh perhatian pada pembentukan ekosistem kreatif dari tingkat pelajar. Ia mendorong pengenalan seni peran sejak dini agar generasi muda memiliki arah profesional yang terencana dan kuat. Program yang dijalankan Bayu menargetkan kolaborasi lintas komunitas guna mengembangkan industri film di Jember yang memiliki ciri khas budaya lokal serta karakter yang kuat.
Sementara itu, Anggara Wijayanto dari Sanggar Mandala Kertawijaya menegaskan peran sanggar seni sebagai pelestari identitas budaya di tengah arus globalisasi. Ia mengajak para seniman untuk bersama-sama mengemas kearifan lokal agar dapat menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi. Gagasan ini diperkuat oleh Widiartomo dari Nostalgic Song Community (NSC) yang menunjukkan bahwa musik lawas tetap memiliki pasar kuat dan berpotensi memberdayakan UMKM melalui setiap acara yang mereka gelar.
Meski potensi seni di Jember sangat besar, tantangan utama yang dihadapi adalah membangun budaya apresiasi masyarakat terhadap karya seni lokal, seperti musik, film, dan tari. Widiartomo menegaskan bahwa membangun apresiasi ini merupakan tugas besar yang harus dikerjakan bersama agar ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh secara optimal.
Para pelaku seni di Jember bertekad untuk terus memperkuat sinergi antar komunitas dan menggalang dukungan dari berbagai pihak. Harapannya, Kabupaten Jember dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang tangguh dan mampu membawa budaya lokal ke panggung nasional maupun internasional. Langkah ini tidak hanya mengangkat martabat seni daerah tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat luas.
Dengan strategi pengembangan ekosistem kreatif yang melibatkan seni pertunjukan, perfilman, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM, Jember Creative Center membuktikan bahwa seni bukan hanya hiburan melainkan juga instrumen penting dalam ekonomi digital saat ini. Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci agar Jember mampu memanfaatkan kekayaan budaya sebagai modal ekonomi yang berkelanjutan.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa diskusi dan kegiatan yang melibatkan para seniman terus berlangsung sebagai upaya memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas karya. Dukungan komunitas dan masyarakat diharapkan semakin menguatkan peran seni dalam pembangunan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember.
Jember Creative Center menjadi contoh nyata bagaimana seni dan budaya dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan komitmen yang kuat dan pemahaman mendalam tentang nilai seni, Jember berpeluang mengukir prestasi sebagai kota kreatif yang berakar kuat pada identitas budaya dan siap bersaing di era modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan