Media Kampung – Kebakaran Tanjung Jember terjadi pada Minggu 5 April di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, meluluhlantakkan satu rumah warga dan menyebabkan kerusakan ringan pada dua rumah tetangga.

Api mulai muncul sekitar pukul 13.00 WIB dari kamar rumah milik Muhlisin, pria berusia 39 tahun, kemudian cepat membesar hingga menelan atap bangunan semi permanen berukuran 6×15 meter.

Kebakaran menghanguskan seluruh struktur atap, satu unit sepeda motor, dokumen penting, serta uang tunai sekitar delapan juta rupiah milik korban.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum tim Pemadam Kebakaran Mako Jember tiba, namun intensitas api masih mengancam dapur dua rumah sebelah.

"Api terus membesar dan menjalar ke bagian dapur dua rumah warga di sekitarnya. Warga sempat bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas Damkar tiba di lokasi," ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo.

Unit pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 14.10 WIB setelah tiga truk pemadam dikerahkan ke lokasi.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun Muhlisin beserta lima anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke kediaman Ketua RW setempat hingga perbaikan selesai.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember melakukan asesmen kerugian pada sore hari dan segera menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

Bantuan darurat meliputi paket sembako, peralatan dapur, kompor, terpal, serta paket sandang dan perlengkapan khusus bagi lansia yang terkena dampak.

Selain bantuan logistik, Tim Jitupasna BPBD menyiapkan material pembangunan seperti batu bata dan kalsibot untuk mempercepat perbaikan fisik bangunan yang rusak.

BPBD bersama Destana (Desa Tangguh Bencana) Mangli menjadwalkan aksi kerja bakti massal pada Selasa 7 April untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan memulai proses rehabilitasi secara gotong-royong.

Petugas BPBD mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala guna mencegah potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran serupa.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan Destana terus berkoordinasi di lapangan untuk memastikan kebutuhan penyintas terpenuhi.

Saat ini keluarga korban masih berada di tempat penampungan sementara sementara proses perbaikan rumah sedang digalakkan oleh pihak berwenang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.