Media Kampung – Warga Dusun Biser, Desa Gubrih, Bondowoso, menuntut penempatan bidan Biser serta perbaikan jalan beraspal untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat. Kunjungan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i pada Jumat, 24 April 2026, menjadi ajang dialog terbuka.

Tim Kabupaten Bondowoso menempuh rute berbatu sepanjang puluhan kilometer menuju Dusun Biser, melewati Desa Gubrih dan Banyuwulu, untuk melaksanakan layanan terpadu. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan pertanian, suntik hewan ternak, pembagian pangan, dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama kegiatan, bupati dan wakil bupati bersama warga menanam jagung sebagai simbol kerja sama pembangunan. Setelah Salat Jumat, mereka menggelar sesi tanya jawab untuk menggali aspirasi masyarakat pelosok.

Ripa, 40 tahun, menyampaikan bahwa kehadiran pemimpin daerah merupakan momentum penting untuk mengemukakan keluhan. “Kalau warga Biser saya minta kesehatan, bidan itu sama jalan dah,” ujarnya dengan tegas.

Ripa menambahkan bahwa warga harus menempuh jarak jauh, hingga 7 kilometer, untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat, sementara ongkos ojek dapat mencapai Rp100.000. Kondisi jalan berbatu semakin berbahaya saat musim hujan, karena licin dan berlumpur.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, M. Jasin, menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan desa untuk menyiapkan lokasi pembangunan Pusat Kesehatan (Pustu). “Sudah ada titik yang disebut tadi, dari kami nanti mensupport dari peralatannya dan tenaga,” tegasnya.

Jasin menegaskan bahwa dukungan meliputi penyediaan peralatan medis, fasilitas ruang pemeriksaan, serta penempatan tenaga medis tetap. Ia menambahkan bahwa proses pengadaan masih menunggu persetujuan anggaran daerah.

Kepala Desa Gubrih, Abdul Bari, menyoroti urgensi tenaga kesehatan di Dusun Biser, mengingat banyak ibu hamil harus menempuh perjalanan berbahaya. “Kami ingin memiliki bidan yang berkenan mau ditempatkan di Dusun Biser,” ujarnya.

Ia mengingatkan pernah terjadi kasus seorang warga hampir melahirkan di tengah perjalanan menuju Pustu di Dusun Krajan, menambah tekanan pada kebutuhan layanan kesehatan lokal. Kejadian tersebut memicu desakan agar layanan bersalin dapat diakses dalam radius 2 kilometer.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berjanji akan mempercepat perbaikan jalan desa dengan mengalokasikan anggaran pembangunan jalan beraspal. Rencana tersebut mencakup pemadatan lapisan dasar, pemasangan batu pecah, dan drainase untuk mengurangi genangan air.

Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat setempat turut menggalang dana untuk membeli peralatan kebidanan darurat, sebagai langkah sementara hingga penempatan bidan resmi. Partisipasi warga dalam menanam jagung dan distribusi MBG menunjukkan solidaritas komunitas dalam mengatasi keterbatasan.

Hingga akhir pekan ini, belum ada tanggal pasti pelaksanaan pembangunan Pustu maupun pengerjaan jalan, namun pihak kabupaten memastikan bahwa progres akan dipantau secara berkala. Warga Dusun Biser berharap dialog ini berlanjut dan menghasilkan kebijakan yang nyata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.