Media Kampung – Mantan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli menuduh Perdana Menteri Anwar Ibrahim sengaja menunda publikasi laporan Komisi Penyelidikan Kerajaan (RCI) mengenai Tabung Haji untuk menghindari konflik dengan Umno. Tuduhan ini mencuat di tengah ketegangan politik dalam koalisi Pakatan Harapan dan Barisan Nasional.

Rafizi mengklaim laporan RCI Tabung Haji telah selesai sejak 2023, tetapi sengaja disimpan untuk menjaga stabilitas aliansi pemerintah. Menurutnya, isi laporan akan mengungkap kesalahan penanganan dana haji oleh Umno saat partai itu berkuasa. Ia menambahkan bahwa publikasi laporan akan membenarkan peringatan-peringatan yang ia sampaikan sebelumnya tentang kondisi keuangan Tabung Haji.

Baca juga:

Di sisi lain, Perdana Menteri Anwar Ibrahim membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penundaan dilakukan untuk memberi ruang bagi proses pemulihan dan reformasi Tabung Haji tanpa mengganggu kepercayaan publik. Anwar berjanji laporan itu bisa dipublikasikan paling lambat pekan depan.

Baca juga:

Rafizi menyatakan akan menjadi “orang paling bahagia” jika laporan itu akhirnya dirilis ke publik. Ia optimistis bahwa temuan RCI akan mengonfirmasi kekhawatirannya tentang pengelolaan dana haji di masa lalu.

Baca juga:

Kasus ini menambah dinamika politik Malaysia yang tengah memanas menjelang pemilihan umum. Tabung Haji, sebagai lembaga pengelola dana jemaah haji, memiliki peran sentral dalam kepercayaan publik. Publikasi laporan RCI diharapkan dapat mengklarifikasi berbagai isu yang beredar dan memulihkan kepercayaan terhadap lembaga tersebut.