Media Kampung – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus menanggapi polemik yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) yang disebut menerima uang setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah aksi demonstrasi. Deddy menilai peristiwa itu menunjukkan adanya pihak yang mencoba memanfaatkan situasi dalam setiap gerakan mahasiswa.
Deddy mengingatkan agar tidak mudah menuduh pihak tertentu sebagai dalang aksi mahasiswa tanpa dasar yang jelas. “Dalam setiap gerakan mahasiswa memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi. Cuma sayangnya, yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang tidak sejalan,” ujarnya.
Ia menyebut PDIP sering dituduh berada di balik aksi mahasiswa, namun kasus UBK justru memperlihatkan adanya intervensi dari pihak lain. “Kalau melihat kasus UBK itu terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres. Tidak tahu itu arahan beliau atau inisiatif anak buahnya,” kata Deddy.
Deddy juga menyinggung pengakuan sejumlah mahasiswa yang mengaku menerima uang sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta melalui aparat kepolisian untuk mengubah agenda demonstrasi menjadi pertemuan dengan Wakil Presiden. Menurutnya, pola semacam itu sulit disebut inisiatif dari bawah. “Orkestrasi murahan seperti begini tidak mungkin dari bawah, tetapi dari atas,” tambahnya.
Meski demikian, Deddy mengakui praktik penumpangan kepentingan terhadap gerakan mahasiswa sulit dihindari. Ia menduga mahasiswa yang terlibat mungkin berniat baik menyampaikan aspirasi langsung kepada pejabat. “Mungkin mereka berpikir bagus juga bisa bertemu pejabat secara langsung untuk menyampaikan tuntutan. Walaupun tentu itu di luar bayangan teman-temannya yang lain,” ujarnya.
Deddy berharap polemik ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah melontarkan tuduhan tanpa fakta yang memadai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan