Media Kampung – Ahli digital forensik Rismon Sianipar kembali menjadi sorotan publik setelah menerbitkan buku terbaru berjudul “Otentikasi Ijazah Jokowi“. Buku ini merupakan bentuk koreksi atas kesimpulan yang sebelumnya ia sampaikan dalam polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dalam buku tersebut, Rismon menyajikan hasil kajian terbaru yang mencakup analisis forensik terhadap foto pada ijazah Jokowi, khususnya pencocokan wajah antara foto masa muda dengan foto setelah menjabat sebagai presiden.

Naskah buku itu diserahkan langsung oleh Rismon kepada Joko Widodo saat keduanya bertemu di kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momen penting karena Rismon secara terbuka membantah sejumlah kesimpulan yang pernah dimuat dalam buku “Jokowi’s White Paper”, yang sebelumnya ia tulis bersama dr. Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dan Roy Suryo.

Salah satu bagian utama dalam buku ini adalah analisis pencocokan wajah Jokowi menggunakan metode perbandingan dengan tokoh publik lain yang memiliki rentang usia puluhan tahun. Rismon menjelaskan bahwa ia membandingkan foto Jokowi muda di ijazah dengan foto setelah menjadi presiden, serta menguji coba metode yang sama pada foto Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Anies Baswedan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan jawaban berbasis data atas kegaduhan yang selama ini berkembang di masyarakat terkait isu ijazah palsu Jokowi.

Dalam buku “Otentikasi Ijazah Jokowi”, Rismon juga mengkritik metode analisis yang digunakan oleh Dokter Tifa dalam buku sebelumnya. Ia menekankan bahwa kajian ilmiah yang dilakukan kini lebih komprehensif dan menggunakan teknik forensik digital yang lebih akurat. Buku ini diharapkan menjadi pertanggungjawaban ilmiah sekaligus klarifikasi atas analisis sebelumnya yang sempat menimbulkan kontroversi.

Polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi memang telah berlangsung cukup lama dan memicu perdebatan di berbagai kalangan. Dengan terbitnya buku terbaru ini, Rismon Sianipar berupaya memberikan perspektif baru yang didasarkan pada data dan analisis forensik yang lebih mendalam. Langkah ini juga sekaligus menunjukkan komitmennya untuk mengoreksi kesalahan dan menyajikan informasi yang lebih akurat kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, buku “Otentikasi Ijazah Jokowi” masih dalam proses persiapan naik cetak. Rismon berharap karyanya dapat menjadi referensi yang objektif dan membantu menjernihkan isu yang telah berlarut-larut ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.