Media Kampung – Hasil survei terbaru Indopol Survei & Consulting menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 59,75 persen. Angka tersebut turun drastis lebih dari 20 poin persentase dibandingkan hasil Litbang Kompas pada Januari 2025 yang mencatat 80,9 persen.
Survei yang dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026 terhadap 1.230 responden di 38 provinsi ini mencatat 40,25 persen responden menyatakan tidak puas. Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto menilai angka tersebut mencerminkan fase kerentanan politik (political vulnerability) yang nyata bagi pemerintahan yang baru berjalan 17 bulan.
Faktor utama penurunan kepuasan adalah tekanan ekonomi rumah tangga. Sebanyak 34,14 persen responden yang tidak puas menyebut harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan bakar minyak sebagai alasan utama. Selain itu, 37,48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya memburuk dibandingkan setahun sebelumnya.
Survei juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah pusat hanya 49,02 persen, belum mencapai separuh populasi. Penilaian terhadap kinerja pemerintah pusat secara keseluruhan nyaris berimbang: 51,06 persen positif dan 48,95 persen negatif.
Ratno menjelaskan bahwa idealnya approval rating di tahun kedua pemerintahan berada di kisaran 70 persen ke atas untuk menjamin stabilitas dukungan publik. Dengan angka di bawah 60 persen, pemerintah menghadapi tantangan besar dalam menjaga kepercayaan publik, terutama dalam mengatasi persoalan ekonomi dan harga kebutuhan pokok.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




