Media Kampung – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wringinagung di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember pada 16 April 2026, menandai pelaksanaan Program MBG sebagai percontohan nasional dalam upaya gizi dan ekonomi daerah.

Acara peresmian menandai langkah konkrit pemerintah pusat dalam memperluas jangkauan makanan bergizi gratis kepada pelajar, santri, dan masyarakat rentan di seluruh Indonesia.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan pemotongan pita, diikuti peninjauan dapur SPPG untuk memastikan kesiapan operasional, kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Nurul Chotib pada pukul 09.10 WIB.

Selain Bupati Jember Muhammad Fawait, hadir pula Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, jajaran Forkopimda Jember, Satgas BGN Kabupaten Jember, serta ribuan santri dan siswa yang menerima makan bergizi secara prasmanan.

“Jember dipilih karena menjadi contoh terbaik pelaksanaan Program MBG, dan data terbaru menunjukkan ada tambahan 800.000 penerima manfaat yang sebelumnya belum tercatat,” ujar Dadan Hindayana.

Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut setara dengan sekitar 30 persen total penduduk Kabupaten Jember, menegaskan pentingnya verifikasi data hingga tingkat RT/RW.

Satu unit SPPG diproyeksikan menghasilkan perputaran uang hingga Rp1 miliar per bulan, sehingga dengan target 400 unit di Jember total perputaran ekonomi dapat mencapai Rp400 miliar per bulan atau hampir Rp4 triliun per tahun, mendekati total APBD setempat.

Alokasi anggaran tiap SPPG terdiri atas 70 persen bahan baku pangan lokal, 20 persen honor relawan, dan 10 persen pengembalian investasi yang diperkirakan selesai dalam 16 bulan, membuka lapangan kerja bagi ibu rumah tangga dan pekerja lokal.

Secara nasional, telah tercatat 26.800 unit SPPG yang dijalankan oleh mitra pelaksana, menunjukkan skala luas program dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi.

Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan dampak positif pada sektor pertanian, contohnya harga jeruk naik dari Rp4.000 menjadi minimal Rp10.000 per kilogram, meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

Ia juga menegaskan komitmen daerah untuk memprioritaskan bahan pangan lokal dari petani dan UMKM, sekaligus mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam Program MBG.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan akhir dapur SPPG di Kecamatan Jombang pada pukul 10.40 WIB, menandai kelanjutan program yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memperkuat ketahanan gizi serta ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.