Media Kampung – Menjelang pendaftaran perguruan tinggi, calon mahasiswa sering bertanya-tanya: apakah jalur mandiri ada tes? Jawabannya, sebagian besar iya, namun ada juga yang tidak. Setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki kebijakan berbeda dalam menyelenggarakan seleksi mandiri, sehingga penting untuk memahami mekanismenya sejak awal.

Jalur mandiri adalah seleksi masuk PTN di luar SNBP dan SNBT. Umumnya, jalur ini menggunakan tes yang disebut Ujian Mandiri (UM), yang diselenggarakan langsung oleh masing-masing universitas. Bentuk ujiannya beragam: tes tertulis konvensional, Computer Based Test (CBT), wawancara, hingga uji keterampilan. Contohnya, Universitas Indonesia menggunakan SIMAK UI, sementara Universitas Gadjah Mada menerapkan UM UGM.

Namun, tidak semua jalur mandiri mengharuskan tes tambahan. Beberapa PTN membuka seleksi berbasis nilai UTBK yang sudah diperoleh calon mahasiswa saat mengikuti SNBT. Dalam skema ini, peserta tidak perlu ujian lagi; kampus hanya menyeleksi berdasarkan skor UTBK yang terdaftar. Ada pula jalur mandiri yang menggunakan nilai rapor sebagai dasar seleksi, biasanya dari akumulasi nilai semester awal hingga akhir. Jalur prestasi juga tersedia bagi siswa dengan pencapaian khusus, seperti juara olimpiade, lomba ilmiah, kejuaraan olahraga, seni, atau hafiz Al-Qur’an.

Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan apakah jalur mandiri ada tes adalah: sebagian besar iya, tetapi ada juga yang tidak. Karena setiap PTN punya kebijakan sendiri, calon mahasiswa disarankan selalu memeriksa informasi resmi dari kampus tujuan agar tidak melewatkan persyaratan penting.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.