Media Kampung, Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berencana memasukkan sport intelligence sebagai salah satu materi perkuliahan. Materi ini dinilai penting untuk memperkuat proses pembinaan dalam mendongkrak prestasi Indonesia di bidang olahraga.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Ilmu Kesehatan (FIKK) Unesa, Prof Gigih Siantoro mengatakan, sport intelligence menjadi salah satu metode untuk mendukung prestasi. Selama ini, proses latihan hanya fokus pada kondisi fisik dan teknik karena belum ada panduan yang jelas. Padahal, di era sekarang dengan kemajuan teknologi yang pesat, banyak perubahan yang terjadi.
“Ini menjadi bagian terpenting bagaimana kita bisa menganalisis bukan hanya tim lawan, tapi juga dari kemampuan internal kita sendiri. Dari poin-poin itu kita bandingkan dengan kemampuan lawan sehingga kita bisa tahu kekuatan atlet bisa mencapai level apa,” tuturnya.
Dengan sport intelligence, masing-masing pelatih dan atlet bisa merancang program latihan yang dibutuhkan untuk mencapai prestasi. Proses pembinaan pun menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Rencananya, materi sport intelligence akan dimasukkan pada jenjang S2 Ilmu Keolahragaan dan S2 Kepelatihan Olahraga. “Jadi di dalam program kami sebenarnya sudah ada analisis kebijakan pemerintahan. Tetapi sport intelligence ini bagian dari suatu proses olahraga prestasi, bagaimana kita bisa mendapatkan data-data dari pesaing-pesaing kita di tingkat internasional. Sehingga, kami akan masukkan di kurikulum,” ujar Gigih.
Sebelum diterapkan, forum guru besar di FIKK Unesa akan melakukan kajian dari buku sport intelligence yang diluncurkan KONI Pusat. Hasil kajian tersebut akan dimasukkan ke dalam kurikulum baru untuk perkuliahan mendatang.
“Penerapannya mulai semester depan, karena saat ini proses perpindahan dari mahasiswa baru. Minggu depan akan kami kaji dan diharapkan semester depan sudah masuk kurikulum angkatan 2026,” katanya mengakhiri.





















Tinggalkan Balasan