Media Kampung – Partai Demokrat menyatakan optimisme terhadap kesiapan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dampak dari konflik berkepanjangan antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai bahwa pemerintah telah menyusun langkah strategis untuk mengatasi potensi gangguan di bidang ekonomi, politik, dan keamanan akibat situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Dalam diskusi yang digelar di kantor DPP Partai Demokrat, kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 Mei 2026, Herman mengungkapkan kekhawatiran bahwa ketegangan antara Iran dan koalisi AS-Israel dapat memengaruhi stabilitas nasional. Oleh karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo diyakini telah melakukan berbagai antisipasi guna menjaga kondisi dalam negeri tetap kondusif.
Herman menambahkan bahwa optimisme Presiden Prabowo terhadap perekonomian Indonesia mulai terlihat dari target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan pemerintah mencapai antara 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Capaian tersebut mengingatkan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen.
Kondisi geopolitik yang bergejolak selama beberapa bulan terakhir dinilai memiliki potensi besar untuk mempengaruhi berbagai sektor penting di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan mampu menerapkan strategi yang efektif agar dampak konflik tidak meluas dan mengganggu kestabilan nasional.
Diskusi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengamat politik ini juga menjadi ruang untuk mengkaji langkah-langkah mitigasi apa saja yang perlu diambil Indonesia agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Demokrat percaya bahwa pemerintah saat ini memiliki kapasitas dan komitmen untuk mengelola risiko yang muncul akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dengan adanya berbagai persiapan strategis yang dilakukan, Partai Demokrat optimistis Indonesia dapat menjaga stabilitas dalam negeri sekaligus mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius pada tahun mendatang. Hal ini menjadi indikasi bahwa pemerintah tetap fokus pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat walau dihadapkan pada situasi internasional yang penuh ketegangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan