Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka pada Selasa 21 April 2026 untuk susun strategi konflik global, menjaga daya beli serta stabilitas.
Pertemuan tersebut melibatkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan dilaporkan melalui unggahan resmi Sekretaris Kabinet pada hari yang sama.
Fokus utama diskusi adalah kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga di tengah ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta ketegangan di Timur Tengah.
Hasil simulasi terbaru DEN menunjukkan bahwa dalam tiga bulan ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap positif, namun pemerintah menyiapkan beberapa skenario kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan konflik.
Salah satu skenario menyoroti risiko lonjakan harga energi, baik harga minyak mentah maupun selisih (gap) antara minyak mentah dan produk bahan bakar minyak yang dapat memicu inflasi.
Luhut juga mengingatkan tentang potensi gangguan rantai pasok komoditas strategis lain, khususnya sulfur yang krusial bagi proses hilirisasi nikel dan produksi baterai kendaraan listrik.
Dalam rangka menjaga keseimbangan fiskal, pemerintah menegaskan komitmen menahan defisit APBN di bawah tiga persen melalui efisiensi belanja dan peningkatan penerimaan dari ekspor batu bara serta kelapa sawit.
Selain itu, deregulasi dipercepat sebagai stimulus non‑fiskal, dengan upaya menyederhanakan perizinan agar dunia usaha memperoleh kepastian dan dapat beroperasi tanpa hambatan struktural.
Pemerintah juga menekankan penguatan GovTech, termasuk digitalisasi bantuan sosial yang kini diuji coba di Banyuwangi sebagai langkah meningkatkan transparansi dan akurasi penyaluran.
Uji coba digitalisasi bansos tersebut direncanakan diperluas ke 42 kabupaten/kota, dengan harapan meningkatkan efektivitas program kesejahteraan nasional.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Indonesia memanfaatkan peluang investasi dari kawasan Timur Tengah melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center, yang diharapkan memperkuat daya tarik modal asing.
Luhut menegaskan, “Kami telah menyiapkan skenario kebijakan yang mencakup penyesuaian tarif energi, diversifikasi sumber bahan baku, dan penguatan infrastruktur digital untuk menjaga daya beli masyarakat.”
Teddy menambahkan, “Kewaspadaan tetap menjadi prioritas; langkah antisipatif ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus melindungi stabilitas fiskal.”
Implementasi kebijakan tersebut kini berada dalam tahap monitoring, dengan tim teknis mengevaluasi dampak awal dari digitalisasi bansos serta efektivitas deregulasi pada sektor usaha.
Secara keseluruhan, pertemuan empat mata menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap proaktif dalam menghadapi dinamika global, sambil memastikan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak terganggu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan