Media Kampung – Sebanyak 30 calon jemaah haji yang terdaftar di Embarkasi Surabaya harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026 karena masalah kesehatan. Gangguan seperti demensia, stroke, hingga penyakit jantung menjadi penyebab utama kegagalan keberangkatan mereka.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah yang tertunda berangkat mengalami kondisi medis serius. Selain penyakit jantung yang paling banyak ditemukan, ada pula jemaah yang batal berangkat akibat kehamilan dan tidak adanya pendamping selama perjalanan.

“Ada yang tidak bisa berangkat karena tidak ditemani pendamping, atau sakit ketika sudah berada di asrama haji, juga kasus demensia dan kondisi hamil,” ujar Anam saat ditemui di Asrama Haji Surabaya pada Jumat (22/5/2026).

Pemeriksaan kesehatan bagi para calon jemaah haji tahun ini dilakukan dengan ketat sebagai upaya untuk menekan angka kematian selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Embarkasi Surabaya menekankan keselamatan sebagai prioritas utama sebelum memberangkatkan jamaah.

Meski gagal berangkat tahun ini, jemaah yang tertunda tetap diberikan kesempatan untuk menjadi prioritas pada keberangkatan haji musim berikutnya. Syaratnya, mereka tidak menarik kembali biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang sudah dibayarkan.

“Jika biaya perjalanan tidak diambil kembali, maka calon jemaah tersebut akan menjadi prioritas pada tahun depan,” jelas Anam.

Selain itu, Embarkasi Surabaya mencatat satu jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya akibat stroke hingga akhir masa operasional pemberangkatan pada Kamis (21/5/2026). Jumlah jemaah yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini mencapai 14 orang, dengan 11 di antaranya wafat di Tanah Suci dan tiga lainnya di Madinah.

Data tersebut menunjukkan tantangan kesehatan yang dihadapi oleh para calon jemaah haji, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit serius. Pengawasan ketat dan seleksi kesehatan yang dilakukan di Embarkasi Surabaya bertujuan untuk menjaga keselamatan jemaah selama melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.

Dengan adanya kebijakan prioritas bagi jemaah yang gagal berangkat karena kondisi kesehatan, diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap menjalankan ibadah pada kesempatan berikutnya tanpa harus mengulang proses pendaftaran dari awal.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen PPIH Embarkasi Surabaya untuk memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan dalam kondisi tubuh yang prima dan siap menjalani rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.