Media Kampung – Pada pertengahan Mei 2026, majalah The Economist yang telah menjadi rujukan utama kaum neoliberalis global selama hampir dua abad, mengeluarkan analisis tajam terkait dinamika kebangkitan Indonesia. Artikel tersebut mengkritisi peran neoliberalisme dan geopolitik dalam menahan laju pertumbuhan ekonomi dan pengaruh politik Indonesia di kancah dunia.
Dalam tulisan yang dimuat, The Economist menyoroti bagaimana kebijakan neoliberalisme yang selama ini mendominasi dunia internasional mulai menghadapi tantangan dari negara-negara berkembang, khususnya Indonesia. Majalah ini menyoroti bahwa upaya internasional, terutama dari kekuatan besar, menggunakan berbagai strategi geopolitik untuk membatasi kemajuan Indonesia yang dianggap mengganggu keseimbangan kekuasaan global.
Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan melalui peningkatan investasi, pengembangan infrastruktur, dan penguatan peran diplomasi di kawasan. Namun, The Economist menilai bahwa tekanan dari kebijakan neoliberalisme dan intervensi geopolitik berpotensi membatasi ruang gerak Indonesia untuk berkembang secara mandiri dan berdaulat.
Dalam konteks geopolitik, majalah tersebut menyinggung persaingan global yang semakin kompleks di mana Indonesia menjadi salah satu titik strategis yang diperebutkan pengaruhnya. Kebijakan luar negeri Indonesia yang mulai mengarah pada keseimbangan multipolar menghadapi tantangan dari negara-negara yang masih mengedepankan kekuatan tunggal, sehingga menimbulkan ketegangan dalam hubungan internasional.
Kritik The Economist ini menjadi peringatan sekaligus refleksi terhadap bagaimana kebangkitan Indonesia di tengah dominasi neoliberalisme dan persaingan geopolitik global harus dikelola dengan hati-hati. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menjaga kemajuan ekonomi dan politik tanpa kehilangan kendali atas kebijakan nasional akibat tekanan eksternal.
Seiring dengan berkembangnya situasi global, Indonesia terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi tawarnya. Peningkatan kerja sama regional dan internasional, diversifikasi ekonomi, serta penguatan sektor strategis menjadi fokus utama agar kebangkitan nasional tetap berlanjut tanpa terjebak dalam jebakan neoliberalisme yang sempit.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin sadar akan pentingnya kemandirian dalam menghadapi tekanan global. Meski menghadapi berbagai hambatan, semangat kebangkitan tetap menjadi pendorong utama bagi bangsa untuk meraih posisi yang lebih strategis di panggung dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan