Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi rumor reshuffle kabinet yang beredar pada Senin 27 April 2026, dengan menyatakan publik harus menunggu keputusan resmi Presiden Prabowo Subianto.

Ia memberikan pernyataan tersebut usai pertemuan terbatas dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada sore hari yang sama.

“Ya nanti kita lihat,” ujar Bahlil dalam konferensi pers singkat, menegaskan bahwa proses reshuffle belum dapat dipublikasikan secara lengkap.

Ketika ditanya apakah reshuffle dibahas dalam rapat, ia menjawab bahwa ada informasi yang perlu disampaikan dan ada pula yang tidak dapat dibuka ke publik.

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan berencana melakukan perombakan jajaran Kabinet Merah Putih, dengan pelantikan pejabat baru dijadwalkan pada hari itu di Istana Negara.

Beberapa nama yang beredar mencakup Jumhur Hidayat yang diduga akan masuk sebagai menteri, Muhammad Qodari yang diperkirakan akan bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom), serta Dudung Abdurrahman yang kemungkinan akan menggantikan Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Selain itu, Hasan Nasbi dikabarkan akan menjadi Utusan Khusus Presiden di bidang komunikasi, dan Abdul Kadir Karding diprediksi akan mengisi posisi Kepala Badan Karantina Nasional.

Qodari sendiri menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden dan meminta masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut.

Presiden Prabowo sebelumnya telah melakukan empat kali reshuffle dalam masa jabatan 2024‑2029, sehingga spekulasi publik mengenai perubahan struktural kabinet semakin intens.

Sekretariat Kabinet dan Sekretariat Negara belum mengeluarkan pernyataan resmi, menambah ketidakpastian di antara para pengamat politik.

Berbagai kalangan meminta agar proses tersebut dijalankan transparan, namun Bahlil menekankan pentingnya menjaga kestabilan pemerintahan selama masa transisi.

Sementara itu, Bahlil juga tengah menyiapkan penjelasan terkait temuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, yang menunjukkan beban agenda pemerintah tidak hanya terbatas pada politik internal.

Untuk saat ini, status reshuffle kabinet tetap belum pasti, dan masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi dari Istana Presiden.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.