Media Kampung – 15 April 2026 | Sherly Tjoanda, Ketua Umum Partai Golkar, menyingkap adanya dinamika internal partai yang muncul di depan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, sekaligus menanggapi sinyal Prabowo Subianto tentang musuh bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja internal Golkar pada Senin (13/04/2026) di Kantor Pusat Partai di Jakarta, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Utara.
Menurut Sherly, beberapa kubu internal berusaha memengaruhi kebijakan partai dengan mengedepankan agenda pribadi, yang berpotensi mengganggu kesatuan Golkar.
Ia menegaskan, “Kita tidak boleh membiarkan kepentingan sekecil apapun menggerogoti solidaritas partai, terutama di tengah persaingan politik nasional yang semakin ketat.”
Bahlil Lahadalia menanggapi dengan menekankan pentingnya konsolidasi internal, menyatakan bahwa setiap kader harus memprioritaskan kepentingan partai di atas kepentingan kelompok.
“Saya mengajak semua elemen Golkar untuk menjauhkan diri dari praktik politik kubu, karena itu hanya akan melemahkan posisi kita di depan publik,” kata Bahlil dalam sambutan singkatnya.
Sementara itu, Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, baru-baru ini mengirimkan pesan politik yang menyiratkan adanya “musuh bersama” bagi koalisi pemerintah.
Pesan tersebut muncul dalam konferensi pers pada Jumat (11/04/2026) ketika membahas strategi menghadapi Pilkada mendatang.
Sherly menanggapi sinyal Prabowo dengan mengingatkan bahwa dinamika internal partai tidak boleh dijadikan alat politik oleh pihak luar.
“Kita tidak butuh intervensi eksternal untuk menyelesaikan perselisihan internal, karena itu justru memperburuk citra partai,” ujarnya.
Data survei Poltracking pada 12 April 2026 menunjukkan Golkar berada di peringkat keempat dengan dukungan 8,3 persen, sementara Gerindra memimpin dengan 26,1 persen.
Angka tersebut menambah tekanan pada Golkar untuk memperkuat internalnya agar tidak kehilangan pangsa suara pada pemilu mendatang.
Para analis politik menilai bahwa pernyataan Sherly dan Bahlil mencerminkan upaya menegakkan disiplin partai menjelang pemilihan umum 2029.
Mereka menambahkan bahwa dinamika internal dapat memengaruhi koalisi pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Anies Baswedan.
Dalam rapat, beberapa kader Golkar mengakui adanya perbedaan pandangan tentang alokasi kursi legislatif di daerah pemilihan masing-masing.
Mereka menekankan perlunya dialog terbuka untuk menghindari fragmentasi yang dapat dimanfaatkan oleh oposisi.
Sherly juga menyinggung pentingnya memperhatikan aspirasi kader muda yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam proses internal.
“Generasi milenial dan Gen Z menginginkan partai yang responsif, bukan yang terjebak dalam intrik lama,” tuturnya.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa Bahlil Lahadalia telah menyiapkan agenda khusus untuk Musda Golkar Sulawesi Utara, dengan fokus pada penyatuan kubu dan penetapan strategi kampanye nasional.
Rapat tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang dapat menstabilkan posisi Golkar menjelang pemilu berikutnya dan mengurangi ruang gerak pihak-pihak yang mencoba memecah belah partai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan