Kebakaran Hebat di Pagaralam Selatan

Media Kampung – Pada Sabtu siang, 20 Juni 2026, kebakaran besar melanda kawasan Tebat Baru Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam. Empat rumah warga hangus terbakar dalam waktu singkat, menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB.

Kronologi dan Dampak Kebakaran

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga, Erma (43), yang melihat asap mengepul dari rumah milik Evi (65). Api diduga berasal dari rumah tersebut dan dengan cepat merambat ke tiga rumah lain milik Meji Herlin Pratama (27), Mega (30), dan Guntur (41). Warga sekitar segera berusaha memadamkan api secara mandiri sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.

Sayangnya, sebagian besar bangunan menggunakan material mudah terbakar, sehingga kobaran api cepat membesar dan menghanguskan bangunan sebelum petugas tiba. Dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu oleh warga akhirnya berhasil mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke permukiman yang lebih luas.

Kerugian dan Penanganan

Dari hasil pendataan awal, kerusakan paling parah dialami oleh rumah milik Evi yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Kerugian total, termasuk bangunan dan isi rumah, diperkirakan mencapai Rp150 juta. Meski tidak ada korban jiwa, empat keluarga terdampak kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.

Petugas kepolisian segera melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengatur lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan saksi guna mendukung penyelidikan. Kapolres Pagaralam AKBP Januar Kencana Setia Persada melalui Kasi Humas Iptu Mansyur menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti.

Respon Masyarakat dan Imbauan

Polisi menegaskan tidak ada indikasi kesengajaan atau unsur tindak pidana terkait kebakaran ini. Semangat gotong royong warga sangat diapresiasi karena membantu mempercepat pemadaman api dan mencegah kerusakan lebih luas.

Iptu Mansyur juga mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama untuk instalasi yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keselamatan, sebagai langkah pencegahan kebakaran serupa di masa depan.

Koordinasi Pemulihan Korban

Kepolisian mendorong koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Sosial dan pemerintah daerah, guna membantu proses pemulihan bagi keluarga yang terdampak musibah ini. Kini, lokasi kebakaran hanya menyisakan puing-puing bangunan yang hangus, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan permukiman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.