Media Kampung, Jakarta – Kebakaran besar melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB. Api yang muncul dari lantai paling atas gedung tersebut dengan cepat menyebar ke bagian lain, memicu kepanikan di sekitar lokasi.
Berada tepat di sebelah Gedung Bapenda, sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Abdul Muis langsung mengambil tindakan cepat. Dika, operator SPBU, mengatakan bahwa seluruh operasional dihentikan segera setelah kebakaran diketahui. “Panik, langsung disuruh ambil pemadam dan APAR, iya (operasional berhenti),” ujarnya.
Petugas SPBU diarahkan pengawas untuk fokus mengamankan aset dan benda-benda di sekitar SPBU agar tidak terjangkau api. Hal ini menjadi prioritas utama mengingat risiko kebakaran yang dapat membesar dan membahayakan fasilitas SPBU dan keselamatan publik.
Warga sekitar juga merasakan kepanikan saat api mulai membesar. Menurut Dika, titik api pertama kali terlihat di sisi kiri atas gedung tepat di tengahnya, dari sana api dengan cepat merambat ke bagian lain gedung. Upaya pemadaman dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan 40 mobil pemadam kebakaran dan sekitar 200 personel di lokasi hingga Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB.
Upaya Pemadaman dan Dampak Kebakaran
Tim pemadam kebakaran terus berjuang untuk mengendalikan api yang membakar Gedung Bapenda DKI Jakarta. Skala besar kebakaran ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan sekitar, terutama di area yang berdekatan dengan fasilitas berisiko tinggi seperti SPBU.
Penghentian operasional SPBU secara cepat merupakan tindakan preventif untuk menghindari risiko yang lebih besar, seperti ledakan atau penyebaran api ke fasilitas lain. Keamanan aset dan keselamatan pekerja menjadi fokus utama selama insiden berlangsung.
Konteks dan Pentingnya Kesiapsiagaan
Kebakaran di gedung pemerintahan seperti Bapenda DKI Jakarta berdampak luas, bukan hanya kerusakan fisik tetapi juga potensi gangguan layanan publik. Lokasi SPBU yang berdekatan menambah kompleksitas situasi, sehingga koordinasi dan respons cepat dari petugas menjadi sangat krusial.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya protokol keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap kebakaran, khususnya di area padat dan fasilitas umum yang rawan bahaya. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan risiko dan kerugian yang lebih besar.
Kejadian ini masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang dan pemadam kebakaran. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah situasi terkendali.















Tinggalkan Balasan