Media Kampung – 15 April 2026 | Dominic Frimpong, pemain sayap Berekum Chelsea yang berusia 20 tahun, meninggal dunia setelah menjadi korban tembakan dalam serangan bersenjata terhadap bus tim pada 13 April 2026.
Insiden terjadi saat bus kembali dari pertandingan Liga Premier Ghana melawan Samartex, di mana sekelompok pria bersenjata memblokir jalan dan menembaki kendaraan.
Menurut pernyataan Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA), Frimpong terkena tembakan di kepala dan meskipun segera dilarikan ke rumah sakit, ia tidak dapat diselamatkan.
Bus yang membawa sekitar 30 pemain dan staf tersebut dipaksa mundur, memicu kepanikan dan melahirkan situasi darurat di antara penumpang.
Pemain muda ini telah mencetak dua gol dalam 13 penampilan musim ini, dan dikenal sebagai talenta menjanjikan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap sepak bola Ghana.
GFA menuturkan, “Kami sangat berduka atas kehilangan Dominic, dan mengirimkan belasungkawa mendalam kepada keluarga, rekan satu tim, serta seluruh komunitas sepak bola Ghana.”
Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan peningkatan keamanan bagi tim yang melakukan perjalanan domestik.
Polisi Ghana menambah personel dan ahli TKP di daerah Bibiani–Goaso, serta berjanji akan menangkap pelaku secepat mungkin.
Insiden ini bukan yang pertama di Ghana; sebelumnya tim seperti FC Savannah, Wa All Stars, Legon Cities, dan AshantiGold pernah mengalami serangan serupa.
Kasus tersebut memicu perdebatan luas tentang standar keamanan transportasi bagi klub sepak bola di negara tersebut.
GFA mengumumkan akan berkoordinasi dengan klub, pihak berwenang, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meninjau dan memperkuat protokol keselamatan.
Dalam upaya mencegah tragedi serupa, GFA juga menyatakan niatnya untuk menyusun panduan keamanan yang mengikat bagi semua klub Premier League Ghana.
Kematian Frimpong menimbulkan duka mendalam di kalangan pemain, pelatih, dan suporter yang menghormati kontribusinya meskipun kariernya masih singkat.
Beberapa klub domestik dan internasional menyampaikan simpati melalui media sosial, menyoroti perlunya lingkungan yang lebih aman bagi atlet.
Saat ini, penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwenang terus mengumpulkan bukti serta saksi untuk mengidentifikasi semua pelaku.
Komunitas sepak bola Ghana berharap kasus ini menjadi titik balik untuk kebijakan keamanan yang lebih ketat dan perlindungan maksimal bagi pemain.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan