Media Kampung – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengungkapkan detik-detik diskusi bersama mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh. Peristiwa terjadi pada Senin (15/6/2026) malam di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, Yogyakarta. Saat itu Budiman hadir bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam forum bertajuk ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia’.
Budiman menceritakan bahwa acara berjalan kondusif selama sekitar 50 menit hingga sesi tanya jawab dimulai. Namun, situasi memanas ketika sejumlah mahasiswa naik ke panggung sambil membentangkan spanduk penolakan. “Ada yang teriak-teriak, kami datang untuk dialog, bukan untuk konfrontasi,” ujar Budiman dalam keterangan video, Selasa (16/6/2026).
Menurut Budiman, kericuhan dipicu oleh tantangan para pembicara yang meminta publik mengkritik secara langsung, bukan di media sosial. Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM menyatakan bahwa mereka terpantik dengan ucapan tersebut. “Kami resah dengan kondisi saat ini. Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan rakyat kelaparan, jangan salahkan jika kesabaran habis,” tulis SEMA UGM dalam keterangan resminya.
Mahasiswa yang menggeruduk panggung juga menilai Budiman, Nusron, dan Sudaryono tidak layak berbicara tentang Pancasila. Mereka menganggap para pejabat tersebut telah bertindak tidak sesuai nilai-nilai Pancasila. Salah satu mahasiswa bahkan menyebut Budiman sebagai pengkhianat aktivis. Sebelumnya, di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budiman juga mendapat kritik serupa dan dianggap munafik oleh mahasiswa.
Meski diskusi berakhir ricuh, Budiman menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. “Kami tidak akan surut untuk menjelaskan dan mendengarkan aspirasi rakyat. Pemerintah siap dikritik secara langsung,” tegasnya. Budiman juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa para pengkritik tidak boleh terancam keselamatannya.
Budiman memastikan dirinya dalam kondisi aman usai insiden tersebut. Ia berharap dialog serupa tetap bisa dilanjutkan di masa mendatang sebagai wujud keterbukaan pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan