Media Kampung, Siak – Jejak kaki harimau sumatra yang masih terasa hangat ditemukan oleh tim pemasangan patok batas kawasan hutan di pedalaman Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Penemuan ini menjadi pengalaman menegangkan sekaligus bukti keberadaan satwa langka tersebut di wilayah itu.
Peristiwa ini dialami oleh Aldiansyah Gita dan tiga rekannya saat menjalankan tugas dari Dinas Kehutanan pada 19 Februari 2023. Mereka menyusuri hutan lebat Teluk Lanus sejauh sekitar empat kilometer. Di barisan belakang, Aldiansyah memperhatikan tanah dan menemukan jejak besar menyerupai telapak kaki kucing, namun jauh lebih besar, yang setelah dikonfirmasi warga setempat merupakan jejak harimau sumatra.
Jejak tersebut masih terasa hangat saat disentuh, menandakan harimau baru saja melintas di area itu. Penemuan ini membuat suasana perjalanan berubah, tim menjadi lebih berhati-hati dan berdiskusi untuk memahami situasi. Warga lokal yang menjadi penunjuk jalan mencoba menenangkan suasana dengan menjelaskan bahwa harimau umumnya tidak menyerang manusia jika tidak merasa terancam.
Keberadaan harimau sumatra yang merupakan satwa dilindungi ini di Teluk Lanus menunjukkan pentingnya upaya konservasi dan kehati-hatian dalam memasuki kawasan hutan. Peristiwa ini juga mengingatkan akan potensi konflik antara manusia dan satwa liar jika habitatnya terganggu.
Penemuan jejak harimau ini bertepatan dengan laporan insiden serangan harimau terhadap manusia di Kabupaten Indragiri Hilir, yang menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini menambah urgensi pengelolaan kawasan hutan dan perlindungan satwa agar keseimbangan ekosistem terjaga dan keselamatan warga tetap terjamin.
Tim dan warga setempat terus berkoordinasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi konflik manusia-harimau di wilayah tersebut. Pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa endemik Indonesia.















Tinggalkan Balasan