Media Kampung – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) memicu respons cepat pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak dalam penanganan darurat, dengan prioritas utama keselamatan warga.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa utama terjadi pada siang hari dan diikuti oleh sedikitnya 20 gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,1. Guncangan terkuat dirasakan di Kabupaten Sigi dengan skala intensitas VII MMI, sementara di Palu mencapai VI MMI.

Kerusakan bangunan dilaporkan di sejumlah titik. Di Kota Palu, Auditorium Universitas Tadulako (Untad) mengalami kerusakan, begitu pula Hotel Santika, Kafe, dan Hotel Best Western. Kantor Bupati Sigi juga dilaporkan rusak kategori sedang, bersama beberapa rumah warga di Parigi Moutong.

Di sisi kesehatan, langkah antisipasi dilakukan dengan mendirikan tenda darurat di RSUD Undata Palu oleh Basarnas dan BPBD Sulteng. Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menyatakan tenda tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien dan memastikan pelayanan tetap berjalan. Sementara itu, di RSUD Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, ratusan pasien dievakuasi ke tenda darurat karena getaran gempa terasa kuat hingga ke sana. Kepala Bidang Penunjang RSUD Sulbar, Bahtiar, mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah awal penanganan darurat.

Di Kabupaten Sigi, enam warga dilaporkan luka akibat reruntuhan dan dua di antaranya dirujuk ke RSUD Torabelo. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wagub Sulteng Reny A. Lamadjido meninjau langsung lokasi terdampak di Nokilalaki dan Palolo. Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa tenaga medis telah dikerahkan ke titik terdampak dan seluruh fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan layanan darurat di ruang terbuka. Hingga sore hari, gempa susulan masih terus terjadi, dan BPBD masih melakukan pendataan kerusakan serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.