Media Kampung – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi enam kali pada Kamis, 11 Juni 2026. Letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi tertinggi terjadi pukul 08.03 WIB. Kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 94 detik.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.41 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.
Hasil pengamatan kegempaan periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB mencatat 18 kali gempa letusan atau erupsi, satu kali gempa guguran, enam kali gempa hembusan, satu kali gempa harmonik, serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terdampak lontaran material pijar. PVMBG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan