Media Kampung – Fenomena kebakaran misterius yang terjadi hampir 100 kali di rumah milik Mutfiana di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, telah menyebabkan kerugian mencapai Rp 70 juta. Peristiwa yang berlangsung selama 13 hari berturut-turut tersebut menyebabkan gangguan serius pada usaha pemotongan ayam keluarga dan menimbulkan kelelahan fisik serta psikologis bagi penghuni rumah.
Tercatat hingga Kamis (4/6/2026), kebakaran telah terjadi sebanyak 97 kali di berbagai titik di dalam dan sekitar rumah tersebut. Api bahkan merembet hingga ke luar bangunan dan mendekati ruko tempat keluarga mengungsi sementara. Agus, ayah Mutfiana, menyebut titik api muncul secara acak dengan lokasi berbeda-beda, termasuk di ruangan yang sebelumnya tidak pernah terbakar.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Sleman menyediakan tabung APAR dan melibatkan linmas, relawan, TRC, serta petugas pemadam kebakaran untuk berjaga. Di sisi lain, Pemkab Sleman menyarankan keluarga untuk mempertimbangkan relokasi sementara agar rumah dapat disterilkan dan penelitian dapat dilakukan dengan lebih optimal oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta.
Menurut Mutfiana, relokasi sementara kemungkinan akan dilakukan ke ruko di sebelah rumah yang saat ini digunakan sebagai tempat tinggal dan usaha sementara. Keluarga berharap agar usaha pemotongan ayam dapat tetap berjalan sederhana di lokasi tersebut agar pelanggan tidak hilang dan penghidupan mereka tetap terjaga.
Tim peneliti UGM yang menangani kasus ini menyebut fenomena kebakaran misterius tersebut sangat langka dan belum ditemukan di lokasi lain. Indikasi awal penelitian mengarah pada keberadaan gas hidrogen yang diduga terbentuk dari fermentasi limbah pemotongan ayam selama 16 tahun di lokasi tersebut. Namun, alasan mengapa fenomena ini hanya terjadi di rumah Mutfiana dan tidak di tempat lain dengan pengelolaan limbah serupa masih belum dipahami secara komprehensif.
Selain kerugian akibat barang yang terbakar, keluarga juga mengeluarkan biaya untuk membongkar dan membersihkan septic tank serta lantai rumah guna mendukung proses penelitian. Dampak peristiwa ini juga mengakibatkan penurunan omzet usaha dan kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karena harus berjaga sepanjang malam untuk memadamkan api secara mandiri.
Peristiwa kebakaran misterius ini masih terus dipantau dan menjadi bahan penelitian intensif dengan harapan dapat segera ditemukan penyebab pasti serta solusi yang tepat untuk mengatasi dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan