Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup 116 titik perlintasan sebidang yang berisiko tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari target penutupan 172 perlintasan prioritas, yang kini sudah terealisasi 67 persen. Sebanyak 56 titik lainnya masih dalam proses koordinasi penyelesaian.
Data capaian keselamatan dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026. Program penutupan ini merupakan agenda komprehensif terhadap ribuan perlintasan tidak terjaga. KAI mencatat ada 1.810 perlintasan kereta api tidak terjaga secara nasional, dengan 1.638 titik menjadi prioritas peningkatan keselamatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan, setiap perlintasan yang ditutup telah melalui evaluasi dan pertimbangan keselamatan. “Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Semakin banyak perlintasan berisiko yang berhasil ditutup, semakin besar peluang kita menciptakan perjalanan yang lebih aman,” ujarnya.
Keberhasilan penutupan ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Anne menambahkan, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena setiap perlintasan memiliki karakteristik lingkungan dan penanganan yang berbeda.
KAI mencatat 1.074 kecelakaan perlintasan sebidang sejak 2023 hingga 24 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan 964 korban, dengan rincian:
- 370 orang meninggal dunia
- 247 orang luka berat
- 347 orang luka ringan
Sekitar 88 persen kecelakaan dipicu oleh perilaku menerobos saat kereta api akan melintas.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini. Masyarakat diimbau tidak membuka kembali perlintasan yang telah resmi ditutup. “Ketika sebuah perlintasan berisiko berhasil ditutup, yang sesungguhnya sedang dilakukan adalah mengurangi peluang terjadinya kecelakaan. Keselamatan selalu dimulai dari langkah pencegahan,” kata Wisnu.
KAI berkomitmen mempercepat penyelesaian sisa 56 titik perlintasan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman dan selamat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan