Media Kampung – Belakangan ini beredar video yang diklaim memperlihatkan penampakan UFO di atas Laut Natuna. Namun, setelah dilakukan verifikasi, video tersebut ternyata merupakan konten promosi film dan bukan rekaman asli fenomena tersebut.

Video yang beredar pertama kali diunggah pada 21 Mei 2026 di Instagram oleh akun resmi film Foufo, yang disutradarai oleh komedian asal Jawa Timur, Bayu Skak. Narasi yang mengiringi video tersebut mengarah pada penampakan UFO di atas Jembatan Suramadu, bukan di Laut Natuna seperti yang sempat beredar di beberapa media sosial.

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens dan menemukan bahwa video itu adalah bagian dari promosi film, bukan bukti penampakan UFO asli. Narasi yang menyebutkan adanya UFO di Laut Natuna atau Jembatan Suramadu adalah keliru dan menyesatkan.

Kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan publik dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pembuatan konten yang tampak nyata namun palsu. Insiden ini juga sejalan dengan isu riset palsu yang tengah menjadi perhatian dunia akademik Indonesia, terkait dengan fabrikasi data dan penggunaan AI untuk membuat hasil riset seolah-olah ilmiah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kasus fabrikasi data yang melibatkan AI harus menjadi peringatan bagi institusi riset dan masyarakat agar lebih kritis dan menjaga integritas ilmiah. Ia juga menyatakan bahwa klaim yang beredar tersebut masih dalam proses klarifikasi resmi dan belum ditemukan indikasi keterlibatan dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.

Dengan demikian, video UFO yang beredar bukanlah bukti nyata penampakan benda asing di atas Laut Natuna, melainkan konten promosi yang salah narasi. Publik diharapkan lebih cermat dalam menerima informasi dan memverifikasi kebenarannya melalui sumber resmi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.