Media Kampung – Sapi kurban tiba-tiba mengamuk dan menerobos sebuah warung kopi di Jalan Bardannadi, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin malam, 25 Mei 2026. Peristiwa ini membuat pengunjung warung panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Kejadian bermula saat sapi yang diangkut menggunakan mobil pickup oleh dua pria dalam perjalanan menuju Pontianak berhenti sejenak untuk beristirahat dan minum kopi di warung milik Nurul. Awalnya kondisi hewan tenang, namun tiba-tiba sapi tersebut berontak dan berhasil melompat turun dari mobil.
Sapi kemudian berlari masuk ke area warung kopi hingga membuat suasana menjadi kacau. Pengunjung yang awalnya santai menikmati kopi langsung berhamburan keluar karena takut. Nurul, pemilik warung, mengaku sempat kaget dan panik karena hewan berukuran besar itu masuk ke dalam warung.
Upaya untuk menangkap kembali sapi yang mengamuk dilakukan oleh pemilik hewan bersama warga setempat. Meskipun sempat kesulitan karena sapi terus melawan, akhirnya hewan kurban tersebut dapat diamankan dengan bantuan warga.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan viral di media sosial. Polisi mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat mengangkut hewan kurban, khususnya ketika berhenti di tempat umum, guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
Selain kejadian di Mempawah, beberapa wilayah lain seperti Tasikmalaya dan Kalimantan Selatan juga sempat mengalami insiden sapi kurban yang mengamuk. Di Tasikmalaya, seekor sapi kurban tercebur ke sungai saat berusaha dikawal menuju lokasi penyembelihan, sementara di Kalimantan Selatan seorang pria meninggal dunia setelah terseret sapi kurban yang mengamuk.
Insiden-insiden ini menyoroti pentingnya pengamanan dan penanganan hewan kurban dengan lebih hati-hati agar keselamatan warga bisa terjaga. Terlebih saat momen Idul Adha yang identik dengan tradisi penyembelihan hewan kurban di berbagai daerah.
Situasi terkini di Mempawah menunjukkan bahwa sapi yang mengamuk sudah berhasil dikendalikan dan pengunjung warung kembali beraktivitas normal. Petugas dan warga setempat terus mengingatkan agar proses pemindahan hewan kurban dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menghindari risiko bahaya serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan panitia kurban agar selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban dalam pelaksanaan kurban, terutama di ruang publik yang ramai dikunjungi orang banyak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan