Media Kampung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 24 Mei 2026, menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga. Penyebab utama banjir tersebut adalah meluapnya air dari Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang melintasi kawasan permukiman di Cepu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Selain itu, di Kelurahan Balun, kelima rumah yang berada di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, juga terendam dengan tinggi muka air mencapai 30 hingga 70 sentimeter. Tim BPBD langsung melakukan asesmen dan pendataan dampak banjir serta membantu evakuasi warga terdampak agar kondisi segera terkendali.

Koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan di lapangan. Namun, derasnya arus air dan tingginya debit sungai sempat menjadi hambatan dalam proses evakuasi dan penanggulangan banjir. Meski demikian, dalam beberapa jam berikutnya, kondisi mulai membaik dengan air yang perlahan surut dan aktivitas warga kembali normal.

Agung menegaskan, BPBD Kabupaten Blora masih terus memantau situasi di lokasi banjir untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, khususnya jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Peristiwa banjir ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari pihak berwenang dalam mengantisipasi bencana yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Dengan upaya bersama, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan warga dapat segera pulih dari kondisi terdampak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.