Media Kampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga yang terdampak lumpur pascabanjir di sejumlah wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat setelah Pemerintah Kota Kendari menetapkan status tanggap darurat banjir.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyampaikan bahwa jika masih ada warga yang membutuhkan bantuan pembersihan rumah, pihaknya siap langsung turun membantu. Meski cuaca mulai membaik, lumpur yang masih menempel menjadi tantangan utama di lapangan.
BPBD menurunkan sebanyak 59 personel yang bergerak secara mobile untuk mengatasi sisa genangan air dan lumpur di permukiman warga. Dari total 18 titik terdampak banjir, tujuh lokasi masih memerlukan penanganan lebih lanjut, termasuk kawasan bantaran Kali Wanggu, sekitar Rumah Sakit Hermina, wilayah Kecamatan Kambu, Anduonohu, dan kawasan Lepo-Lepo.
Genangan air di lokasi terdampak bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa, sehingga proses pembersihan tidak bisa dilakukan dengan cepat. BPBD juga berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran untuk mempercepat pembersihan di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah telah mendirikan Posko Komando Induk di wilayah Kali Wanggu sebagai pusat koordinasi penanganan bencana. Sekitar 1.000 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI, Polri, dan instansi vertikal lainnya, turut dikerahkan untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Upaya ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak agar dapat kembali beraktivitas dengan normal setelah bencana banjir yang melanda Kota Kendari. BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan