Media Kampung – Kondisi banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda membaik dengan air yang perlahan surut, namun genangan masih terlihat di beberapa titik, khususnya di wilayah Bona Lumban. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris BPBD Tapanuli Tengah, Tanti Harahap, dalam perbincangan dengan Pro3 RRI pada Minggu, 24 Mei 2026.

BPBD mencatat ada dua kecamatan yang terdampak akibat kenaikan debit air yang cukup signifikan. Tingginya intensitas hujan dalam durasi yang lama menjadi faktor utama penyebab banjir ini. Debit sungai yang meningkat secara drastis tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke pemukiman dan jalanan.

Situasi banjir membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di daerah Tukka, tercatat sebanyak 11 kepala keluarga dengan total 32 jiwa harus meninggalkan rumah sementara waktu. Tim BPBD segera melakukan evakuasi untuk memastikan keselamatan warga meskipun prosesnya cukup menantang karena derasnya aliran sungai.

Langkah cepat dari BPBD dalam mengevakuasi korban banjir menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko yang lebih besar. Meskipun air mulai surut, pihak terkait tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan. Kondisi terkini menunjukkan bahwa pemulihan di daerah terdampak tengah berlangsung, namun perhatian ekstra masih diperlukan di wilayah yang masih mengalami genangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.