Media Kampung – Dua pelajar di Tanah Datar, Sumatera Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menghirup asap genset saat pemadaman listrik massal yang melanda wilayah tersebut. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto.
Menurut informasi yang diperoleh, ketiga pelajar tersebut menyalakan genset sebagai solusi untuk mendapatkan sumber listrik alternatif ketika listrik padam. Namun, penempatan genset yang tidak tepat, yaitu di dalam ruangan belakang masjid dengan pintu tertutup, menjadi penyebab utama insiden ini.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap W. Dt. Bandaro, menyebutkan bahwa para korban diduga tertidur saat genset masih menyala. Akibatnya, dua dari tiga pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan intensif.
Kejadian ini menambah deretan insiden fatal akibat pemadaman listrik yang melanda Sumatera. Sebelumnya, empat karyawan toko di Kabupaten Batu Bara juga ditemukan tak bernyawa setelah terpapar asap genset dalam kondisi serupa saat mati lampu.
Petugas kepolisian mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan alat genset, terutama di dalam ruangan tertutup. Asap yang dihasilkan genset dapat berbahaya dan bahkan mengancam nyawa, terutama dalam situasi darurat seperti pemadaman listrik.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden ini. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan ventilasi yang baik saat menggunakan genset dan tidak menyalakan mesin tersebut di dalam ruangan. Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk semua agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan