Media Kampung – Novita, seorang ibu berusia 42 tahun di Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, tak kuasa menahan haru ketika akhirnya bisa memegang ijazah putranya, Sakhii, yang telah tertahan hampir setahun karena tunggakan biaya sekolah. Dokumen penting tersebut menjadi simbol harapan keluarga sederhana itu agar Sakhii dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo memainkan peran krusial dalam menyelesaikan tunggakan biaya administrasi pendidikan dan biaya pendaftaran sebesar Rp3,8 juta di STP Khoiru Ummah Perumtas 3 Wonoayu. Setelah tunggakan tersebut dilunasi, ijazah Sakhii langsung diserahkan sehingga ia dapat melanjutkan pendaftaran ke sekolah tingkat MTs.
Novita mengungkapkan rasa syukurnya dengan mata yang berkaca-kaca, mengatakan bahwa selama hampir setahun ia hanya bisa berharap ada jalan keluar agar anaknya tidak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga. “Kendalanya memang belum ada uang. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekarang ijazah anak saya bisa dipakai sekolah lagi,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang SDM BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, H. Ilham, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hak pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menekankan pentingnya agar tidak ada anak yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena masalah biaya administrasi. “Jangan sampai anak yang sudah lulus justru tidak bisa melanjutkan sekolah karena persoalan biaya administrasi,” tuturnya pada Selasa (19/5/2026).
Ilham juga mengajak agar orang tua, sekolah, dan lembaga sosial dapat menjalin komunikasi dan mencari solusi bersama saat menghadapi kesulitan ekonomi. Hal ini penting untuk memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi tanpa hambatan yang berarti.
Sementara itu, pihak STP Khoiru Ummah Wonoayu menjelaskan bahwa tidak ada praktik penahanan ijazah oleh sekolah. Proses administrasi memang masih menunggu penyelesaian kewajiban yang sebelumnya disepakati dengan orang tua siswa. Setelah kewajiban tersebut dipenuhi, ijazah pun bisa diserahkan tanpa hambatan.
Dengan ijazah di tangan, Sakhii kini memiliki kesempatan untuk merencanakan masa depan dan melanjutkan pendidikan meski kondisi ekonomi keluarganya terbatas. Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa dukungan sosial dapat membuka pintu harapan bagi anak-anak yang berjuang demi pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan