Media Kampung – Forum Solidaritas Buruh (FSB) di Kota Banjar, Jawa Barat, mengajukan berbagai keluhan terkait kecelakaan kerja yang mengakibatkan dampak permanen serta persoalan ketenagakerjaan lain dalam pertemuan dengan DPRD setempat.
Dalam audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Banjar, para perwakilan buruh menyampaikan kondisi sulit yang dialami pekerja, termasuk tingginya angka kecelakaan kerja yang berakibat cacat permanen. Selain itu, mereka juga mengangkat isu ketidaksesuaian jam kerja dan perlindungan jaminan hari tua yang belum optimal.
DPRD Kota Banjar menanggapi keluhan tersebut dengan serius dan mendorong Dinas Tenaga Kerja sebagai mitra komisi untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Harapannya, pengawasan yang intensif dapat memastikan penerapan standar keselamatan kerja serta perlindungan hak-hak pekerja dapat berjalan efektif.
Forum Solidaritas Buruh menilai langkah ini penting mengingat kondisi pekerja yang rentan terhadap kecelakaan dan perlakuan yang tidak sesuai ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. Mereka berharap adanya kolaborasi lebih erat antara lembaga legislatif, eksekutif, dan para pekerja demi meningkatkan kondisi kerja yang aman dan adil.
Dengan adanya pengawasan lapangan yang lebih ketat, DPRD Kota Banjar dan Dinas Tenaga Kerja diharapkan dapat mengidentifikasi dan menindaklanjuti pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan buruh. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan mengurangi risiko kecelakaan kerja permanen di Kota Banjar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan