Media Kampung – Jombang – Kebutuhan tambahan tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang masih menunggu hasil rekrutmen yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Andik Minarto, Minggu, 28 Juni 2026.

Proses penjaringan 270 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 telah rampung. Jumlah tersebut terbagi merata di tiga jenjang, yakni SD, SMP, dan SMA, masing-masing 90 siswa. Dengan bertambahnya peserta didik, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pun meningkat.

“Proses seleksi untuk guru dan tenaga kependidikan masih berjalan di tingkat pusat. Sampai sekarang kami belum menerima tambahan personel karena masih menunggu hasil rekrutmen tersebut,” ujar Andik.

Menurutnya, tambahan SDM tidak hanya diperlukan untuk tenaga pengajar, tetapi juga untuk mendukung sistem pengasuhan di lingkungan sekolah. Posisi yang masih dibutuhkan meliputi guru, wali asuh, dan wali asrama.

Andik menjelaskan, Kemensos dijadwalkan melakukan analisis kebutuhan SDM pada Juli mendatang. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penentuan jumlah tenaga yang ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat, termasuk di Kabupaten Jombang.

“Informasi yang kami terima, pada Juli akan dilakukan pemetaan kebutuhan SDM di masing-masing sekolah. Dari hasil itu nantinya akan diketahui berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan di setiap lokasi,” jelasnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang didukung 18 tenaga pengajar, termasuk satu guru Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Selain itu, terdapat tiga juru masak dan lima wali asrama. Dengan komposisi tersebut, sekolah menilai SDM yang ada belum optimal untuk melayani seluruh siswa.

“Jika melihat jumlah siswa yang akan kami layani, tentu SDM yang ada sekarang masih belum memadai. Penambahan tenaga menjadi kebutuhan agar proses pembelajaran dan pengasuhan dapat berjalan sesuai standar,” tutup Andik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.