Media Kampung – Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menawarkan konsep Sustainable Graduate Employment (SGE) sebagai solusi menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan dunia kerja yang menyebabkan meningkatnya pengangguran lulusan perguruan tinggi. Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif dan terintegrasi dibandingkan program penempatan kerja konvensional.
Dalam keterangannya pada Jumat, 12 Juni 2026, Syamsir menjelaskan bahwa SGE merupakan kemampuan lulusan untuk memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan karier secara berkelanjutan, serta berkontribusi pada sosial dan lingkungan. Konsep ini sangat relevan dengan penelitian dan kebijakan pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi transformasi digital dan ekonomi hijau.
Menurut Syamsir, pengangguran sarjana tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan, melainkan juga ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, penerapan SGE memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan melalui strategi nasional yang terkoordinasi.
Dalam ekosistem SGE, pemerintah berperan menyusun kebijakan dan perencanaan tenaga kerja, perguruan tinggi menyiapkan keterampilan dan kesiapan karier mahasiswa, industri membuka peluang kerja dan memberikan masukan kurikulum, serta lembaga keuangan mendukung melalui pendanaan dan penguatan kewirausahaan. Lulusan juga dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Syamsir menegaskan bahwa keberhasilan SGE membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem. Perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam mencetak lulusan siap kerja. Dengan pendekatan ekosistem, lulusan dapat bertahan dan berkembang di tengah perubahan. Pendekatan ini telah diterapkan di sejumlah negara berdaya saing tinggi.
Sejalan dengan konsep SGE, ITPLN mengembangkan Career Guarantee Ecosystem, program yang mendampingi mahasiswa sejak awal kuliah hingga memasuki dunia kerja. Wakil Rektor III ITPLN, Purnomo, menyatakan bahwa kampus tidak hanya ingin melahirkan sarjana, tetapi memastikan mereka memiliki pelabuhan karier yang jelas.
ITPLN menargetkan seluruh lulusannya terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan. Untuk mencapai target tersebut, kampus menerapkan lima pilar pengembangan karier: Career Guarantee Contract, Career Readiness Index, Pass Gate System, Graduate Tracking War Room, dan Public Outcome Dashboard.
Purnomo mengungkapkan bahwa ITPLN menargetkan peningkatan indikator ketenagakerjaan hingga 2029, termasuk menekan angka lulusan menganggur di bawah lima persen. Saat ini, sekitar 62 persen lulusan ITPLN bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan, dan kampus menargetkan 100 persen Positive Career Outcome bagi alumninya. Selain itu, median gaji pertama lulusan ditargetkan melampaui Rp10 juta.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan