Media Kampung – Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan reputasinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dengan jumlah pendaftar yang sangat tinggi dan persaingan ketat pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dari total 69.620 pendaftar, sebanyak 2.771 peserta berhasil diterima, termasuk 470 peserta yang memanfaatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, mengungkapkan bahwa program vokasi di kampus ini mengalami persaingan yang lebih sengit dibandingkan program sarjana. Contohnya, program D3 Keperawatan memiliki tingkat keketatan tertinggi dengan hanya 1,15 persen diterima dari seluruh pendaftar. Sedangkan di jenjang sarjana, program Studi Kedokteran menjadi yang paling ketat dengan tingkat keketatan sebesar 3,11 persen.

Selain tingkat persaingan yang tinggi, Unair juga mencatat rerata nilai tertinggi dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 pada program S1 Kedokteran dengan nilai rata-rata mencapai 730,45. Hal ini menegaskan posisi Unair sebagai kampus unggulan di bidang kesehatan dan kedokteran di Indonesia.

Mayoritas calon mahasiswa baru yang diterima pada SNBT 2026 di Unair adalah perempuan, mencapai 64,42 persen dan berasal dari 31 provinsi di seluruh Indonesia. Data ini menunjukkan keberagaman dan inklusivitas kampus dalam menerima mahasiswa dari berbagai daerah.

Selain prestasi akademik dan persaingan ketat, Unair juga menjadi perguruan tinggi mitra dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi. Dari 10 perguruan tinggi mitra yang menerima pendaftaran peserta TEP, Unair menempati posisi keempat dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.157 orang. Program TEP ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah transmigrasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, Unair turut berperan dalam mendukung pendidikan tinggi dengan menyediakan program pendidikan lanjutan. Salah satu contoh nyata adalah dr. Sunaryo Kusumo, MKes, SpOT(K), Kepala Bidang Rehabilitasi Medik di Pusat Rehabilitasi Kemhan dan lulusan Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi dari Unair, yang terlibat sebagai Dokter Penanggung Jawab Pasien dalam operasi penting Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Universitas Airlangga terus mempertahankan reputasinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam berbagai program nasional dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Dengan persaingan ketat yang terjadi di setiap tahunnya, Unair tetap menjadi pilihan favorit calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan dan vokasi.

Ke depan, Unair diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan program kemitraan demi mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.