Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pengerjaan pembangunan 93 Sekolah Rakyat (SR) Tahap II agar rampung sebelum Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai. Langkah ini dilaksanakan dengan memperkuat koordinasi lintas instansi serta mengerahkan puluhan ribu tenaga konstruksi di berbagai daerah.
Percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Kementerian PU, Kantor Staf Presiden (KSP), dan Kementerian Sosial. Fokus utama rapat ini adalah memastikan seluruh pembangunan sekolah dapat selesai tepat waktu dan siap operasional sesuai target yang telah ditetapkan.
Plt Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini juga mendukung instruksi Presiden nomor 8 tahun 2025 terkait pengentasan kemiskinan ekstrem dengan menyediakan sarana pendidikan strategis bagi kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Data dari Kementerian PU menunjukkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tersebar di 93 lokasi yang mencakup 29 provinsi dan 91 kabupaten atau kota. Hingga 19 Mei 2026, rata-rata progres fisik pembangunan mencapai sekitar 57 persen. Kuswara menegaskan bahwa seluruh proyek ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, dengan pengawasan langsung dari Menteri PU di lapangan guna memastikan percepatan berjalan sesuai jadwal.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat dan mengerahkan sebanyak 67.588 tenaga kerja konstruksi yang bekerja dalam sistem tiga shift. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berlangsung intensif dan selesai tepat waktu.
Deputi IV Kantor Staf Presiden, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, menekankan pentingnya pengawasan harian agar kualitas bangunan dan kesiapan operasional tidak terabaikan meski waktu pelaksanaan sangat terbatas. KSP mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dan proses verifikasi lapangan yang telah dilakukan, menilai program Sekolah Rakyat bukan semata pembangunan fisik tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa.
Fadjar meyakini target penyelesaian pada 20 Juni 2026 masih dapat dicapai dengan konsolidasi yang kuat, pelaksanaan disiplin, dan ketegasan di setiap lini pelaksanaan. Komitmen ini menjadi kunci agar program yang ditujukan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dapat terealisasi tepat waktu dan berkualitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan