Media Kampung – Pakar pendidikan mendesak pemerintah untuk memberikan afirmasi khusus kepada guru honorer senior di tengah rencana penghapusan status guru honorer secara menyeluruh. Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengalaman panjang yang telah mereka berikan dalam dunia pendidikan.

Wacana penghapusan guru honorer memicu kekhawatiran karena berdampak pada ribuan tenaga pengajar yang telah lama mengabdi namun belum mendapatkan status pegawai negeri sipil (PNS). Para pakar menilai pemerintah perlu mengantisipasi dampak sosial dan pendidikan dengan memberikan perlakuan khusus bagi guru honorer yang telah berusia senior dan memiliki masa kerja lama.

Beberapa pakar menegaskan bahwa afirmasi bisa berupa prioritas pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil, pemberian insentif khusus, atau program pelatihan dan pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru honorer senior. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kesejahteraan mereka sekaligus menjaga kesinambungan pendidikan di Indonesia.

Desakan ini muncul di tengah kebijakan pemerintah yang sedang merancang regulasi baru terkait penghapusan guru honorer untuk mendukung profesionalisme dan kualitas tenaga pengajar. Namun, pakar mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengabaikan keberadaan guru honorer senior yang telah lama berkontribusi.

Hingga saat ini, pemerintah masih melakukan kajian dan sosialisasi terkait langkah strategis yang akan diambil. Para pakar berharap keputusan akhir nanti mampu mengakomodasi kepentingan guru honorer senior tanpa menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.