Media Kampung – Universitas Terbuka (UT) Ambon meluncurkan Kelas S2 khusus untuk wilayah kepulauan Maluku, sehingga warga tidak lagi harus meninggalkan daerah untuk menempuh pendidikan pascasarjana. Inisiatif ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi di tengah tantangan geografis yang selama ini membatasi mobilitas belajar.

Wilayah Maluku terdiri atas ribuan pulau yang tersebar luas, menjadikan perjalanan antar wilayah panjang, biaya tinggi, dan sering terhambat oleh kondisi cuaca. Faktor-faktor tersebut kerap memaksa calon mahasiswa menunda atau bahkan membatalkan rencana melanjutkan studi.

Pada 9 April 2026, UT Ambon mengadakan audiensi bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., untuk membahas kolaborasi dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih dekat. Pertemuan tersebut menjadi landasan strategis bagi program pilot Kelas S2 yang akan dilaksanakan di beberapa kabupaten.

Program pilot dirancang khusus bagi tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin menambah kualifikasi tanpa harus meninggalkan tugas sehari-hari. Kurikulum disampaikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh dengan modul digital, tutorial daring, dan forum diskusi interaktif.

“Melalui sistem ini, kami memberikan kesempatan emas bagi generasi muda Maluku untuk tetap mengejar pendidikan tinggi sambil tetap berkarya dan memperoleh pengalaman kerja,” ujar Direktur UT Ambon dalam konferensi pers.

Sistem pembelajaran jarak jauh memungkinkan mahasiswa mengakses materi kapan saja dan di mana saja, sehingga fleksibilitas menjadi nilai utama bagi daerah dengan infrastruktur transportasi terbatas. Dukungan teknis meliputi pusat layanan internet di masing-masing kabupaten dan pelatihan literasi digital bagi peserta.

Lulusan SMA kini dapat langsung melanjutkan ke jenjang S2 tanpa harus menunggu kesempatan S1, berkat skema kredit transfer dan pengakuan kompetensi prior. Model ini membantu mengurangi kesenjangan pendidikan antara pulau-pulau kecil dan pusat kota.

Guru yang belum memiliki gelar sarjana dapat mendaftar program ini, sehingga mereka dapat meningkatkan kompetensi sambil tetap mengajar di kelas masing-masing. Peningkatan kualifikasi tenaga pendidik diharapkan berdampak positif pada mutu pembelajaran di sekolah dasar hingga menengah.

“Kolaborasi ini merupakan solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” kata Dr. Sarlota Singerin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Dengan hadirnya Kelas S2, pemerintah daerah berharap terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah tenaga profesional berpendidikan tinggi yang siap mengisi posisi strategis di sektor publik dan swasta. Data awal menunjukkan minat pendaftaran mencapai 250 calon mahasiswa dari enam kabupaten.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan inklusif. UT Ambon menekankan komitmen untuk menjadikan pendidikan tinggi bukan lagi privilese, melainkan hak yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Rencana jangka panjang mencakup ekspansi program pascasarjana ke bidang teknik, manajemen, dan ilmu sosial, sehingga pilihan jurusan lebih beragam. Penyusunan kurikulum melibatkan pakar lokal untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan wilayah.

Keberadaan Kelas S2 di pulau-pulau terpencil memberikan kesempatan bagi penduduk setempat untuk memperoleh gelar tanpa harus menanggung biaya akomodasi di kota besar. Hal ini juga mengurangi beban ekonomi keluarga dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi.

Fleksibilitas waktu belajar memungkinkan pekerja aktif mengatur jadwal studi di sela-sela tugas, sehingga produktivitas kerja tidak terganggu. Sistem penilaian berbasis proyek menilai kemampuan aplikatif, bukan sekadar hafalan.

Saat ini, pendaftaran resmi telah dibuka dan proses seleksi akan selesai pada akhir Mei 2026. Mahasiswa yang terpilih akan memulai perkuliahan daring pada bulan Agustus 2026, dengan dukungan pembimbing akademik lokal.

Dengan langkah ini, UT Ambon memperkuat posisinya sebagai jembatan pendidikan bagi seluruh kepulauan Maluku, memberikan harapan baru bagi generasi yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa batas ruang dan waktu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.