Media Kampung – Pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 80 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang periode 2025-2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Muti mengungkapkan, pada tahun 2025 sebanyak 16.167 sekolah direvitalisasi, dan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 71.744 sekolah. Totalnya mencapai 87.911 sekolah dalam dua tahun.

Program revitalisasi ini mencakup renovasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Anggaran yang dialokasikan untuk target awal 11.744 satuan pendidikan sebesar Rp14 triliun, kemudian ditambah sasaran 60.000 sekolah sehingga total target 2026 menjadi 71.744 sekolah.

Muti menyampaikan hal tersebut usai meresmikan pembukaan kelas internasional atau International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Sabtu (13/6/2026). Ia menjelaskan, penyaluran anggaran program revitalisasi saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Sebagian proyek pembangunan dan renovasi sudah berjalan, bahkan beberapa diperkirakan dapat diresmikan dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk tambahan 60.000 satuan pendidikan, pengerjaannya direncanakan dimulai pada Agustus atau September 2026. Muti mengakui masih banyak sekolah di Indonesia yang membutuhkan rehabilitasi dan revitalisasi. Namun, pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki dalam beberapa tahun ke depan. “Kalau Pak Presiden menyampaikan dalam berbagai kesempatan, mudah-mudahan di akhir tahun 2028 semua sekolah yang rusak dapat direhabilitasi,” ujarnya.

Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus juga masuk dalam daftar penerima program revitalisasi tahun ini. Namun, Muti belum merinci jumlah pastinya karena data masih terus diperbarui seiring kemungkinan penambahan penerima manfaat. “Hanya saja, jumlah sekolah di Kudus yang menjadi sasaran program revitalisasi harus membuka data terlebih dahulu. Karena datanya terus berubah, karena nanti ada tambahan lagi,” katanya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.