Media Kampung, Pontianak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak memberikan klarifikasi terkait pemasangan jalur pemandu tunanetra berupa stiker di Gedung Terpadu Sutoyo yang sempat menjadi sorotan di media sosial. Pihak Disdikbud menyatakan stiker tersebut adalah mock-up atau model visualisasi yang dipasang untuk mendapatkan masukan dari sejumlah dinas yang berkantor di gedung tersebut.
Pada Selasa, 29 September 2026, Plt Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemasangan stiker tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemasangan model visual itu dilakukan sebagai langkah awal untuk pembahasan bersama empat dinas yang berada di gedung tersebut, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil), Disdikbud, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Dinas Ketenagakerjaan.
Menurut Hermawan, pemasangan mock-up bertujuan agar masing-masing dinas dapat memberikan masukan demi kesepakatan bersama mengenai bentuk jalur pemandu tunanetra yang akan dipasang nantinya. Ia menambahkan, setelah mendapatkan masukan dan melakukan evaluasi, pihaknya berkomitmen untuk segera menindaklanjuti pemasangan jalur pemandu yang sesuai standar demi kenyamanan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan di Gedung Terpadu Sutoyo.
Pentingnya Jalur Pemandu Tunanetra
Jalur pemandu tunanetra merupakan fasilitas penting yang membantu penyandang tunanetra dalam beraktivitas dan mengakses berbagai layanan publik dengan lebih mandiri dan aman. Fasilitas ini biasanya berupa jalur dengan tekstur tertentu yang dapat dirasakan dengan tongkat atau kaki, sehingga memberikan petunjuk arah yang jelas.
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyediakan infrastruktur yang inklusif dan ramah disabilitas, termasuk jalur pemandu di gedung pemerintahan seperti Gedung Terpadu Sutoyo. Pemasangan jalur pemandu yang tepat dan sesuai standar menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas dan mendukung hak-hak penyandang disabilitas.
Proses Pemasangan dan Koordinasi Antardinas
Proses pemasangan jalur pemandu di Gedung Terpadu Sutoyo dilakukan secara bertahap dan melibatkan koordinasi antar berbagai instansi yang berkantor di gedung tersebut. Dengan adanya mock-up berupa stiker sebagai model visual, dinas-dinas terkait dapat melihat langsung bentuk dan posisi jalur yang akan dipasang dan memberikan masukan perbaikan.
Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang solid sehingga jalur pemandu yang dipasang nantinya benar-benar efektif dan memenuhi kebutuhan penyandang tunanetra. Langkah ini juga menunjukkan pendekatan kolaboratif pemerintah kota dalam mewujudkan fasilitas publik yang inklusif.
Respons Publik dan Langkah Selanjutnya
Pemasangan mock-up jalur pemandu berupa stiker sempat mendapat perhatian dan kritik di media sosial karena dianggap kurang tepat dan tidak memenuhi standar jalur pemandu tunanetra yang sesungguhnya. Menanggapi hal tersebut, Disdikbud Pontianak menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan tujuan pemasangan model tersebut.
Setelah evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, Disdikbud berkomitmen untuk segera memperbaiki dengan memasang jalur pemandu tunanetra yang sesuai standar. Harapannya, fasilitas ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan penyandang disabilitas saat mengakses layanan di Gedung Terpadu Sutoyo.
Kesimpulan
Perbaikan jalur pemandu tunanetra di Gedung Terpadu Sutoyo Pontianak merupakan langkah penting dalam mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Proses yang melibatkan koordinasi antardinas dan masukan publik menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk menyediakan fasilitas yang inklusif dan ramah bagi semua warga.










Tinggalkan Balasan