Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu menerapkan strategi khusus dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menugaskan petugas SE di daerah perbukitan Kota Batu untuk mendatangi warga hingga malam hari. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani dan berada di sawah atau kebun pada pagi hari.
Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, menjelaskan bahwa petugas sensus ditempatkan berdasarkan domisili agar mereka lebih memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat setempat. “Kami mengutamakan petugas mendapatkan wilayah kerja sesuai domisilinya. Harapannya mereka sudah memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat yang akan didata,” ujarnya dalam program Halo RRI pada Kamis, 18 Juni 2026.
Strategi pendataan hingga malam hari dinilai efektif mengingat sebagian besar warga di kawasan dataran tinggi berprofesi sebagai petani. “Untuk daerah pertanian dan perbukitan, petugas melakukan pendataan mulai siang sampai malam hari karena pagi hari masyarakat biasanya berada di sawah atau kebun,” kata Herlina. Dengan penyesuaian waktu ini, proses sensus tetap berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan geografis yang beragam.
BPS Kota Batu juga menyiapkan mekanisme kunjungan ulang (revisit) bagi petugas yang tidak berhasil menemui penghuni rumah atau pemilik usaha pada kunjungan pertama. “Kalau saat didatangi rumah atau tempat usaha sedang kosong, petugas akan melakukan kunjungan ulang atau revisit sampai batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026,” tegas Herlina.
Untuk memastikan seluruh masyarakat terdata, BPS Kota Batu membuka layanan pengaduan dan informasi melalui call center Sensus Ekonomi di nomor 082190003579. Masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut jika belum didatangi petugas atau ingin mengecek identitas petugas sensus yang datang. “Kami membuka call center yang dapat dihubungi masyarakat apabila ada pengaduan, belum didatangi petugas, atau ingin mengecek identitas petugas yang datang,” ujarnya.
Melalui berbagai strategi tersebut, BPS Kota Batu menargetkan minimal 25 persen pendataan dapat diselesaikan pada Juni 2026. Capaian ini menjadi bagian dari pengawasan awal kualitas data sebelum seluruh target sekitar 91 ribu rumah tangga dan usaha selesai didata pada akhir Agustus mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan