Media Kampung – Puncak Brakseng, destinasi wisata alam di Kota Batu, Jawa Timur, menawarkan pesona yang kerap disamakan dengan pemandangan khas Swiss. Terletak di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, kawasan ini menyajikan hamparan kebun sayur hijau, kabut tipis, dan udara sejuk yang menenangkan. Bagi pelancong yang mencari ketenangan, tempat ini menjadi alternatif sempurna dari keramaian taman hiburan buatan.
Nama Brakseng sendiri berasal dari sejarah lokal: sebuah gubuk sederhana beratap seng yang digunakan petani sebagai tempat istirahat. Kata ‘brak’ berarti gubuk, dan ‘seng’ merujuk pada bahan atapnya, sehingga muncullah sebutan Brakseng. Perpaduan nilai sejarah dan keindahan alam menjadikan tempat ini memiliki daya tarik unik.
Pesona utama Puncak Brakseng terletak pada lanskap spektakulernya. Pengunjung dapat menyaksikan jajaran Gunung Arjuno, Welirang, dan Panderman yang gagah berjejer di kejauhan. Kabut putih yang perlahan turun menyelimuti perkebunan warga menambah nuansa magis, sementara hawa dingin yang menusuk tulang mengingatkan pada suasana pedesaan Eropa.
Hamparan kebun sayur milik petani lokal menjadi daya tarik visual paling menonjol. Berbagai komoditas seperti kubis, brokoli, sawi, kentang, dan wortel tumbuh subur, tertata rapi membentuk pola simetris di lereng bukit. Pengunjung bahkan dapat membeli sayuran segar langsung dari pemilik ladang sebagai oleh-oleh. Selain itu, bunga hortensia berwarna-warni mekar di pinggir jalan setapak, mempercantik pemandangan. Namun, wisatawan dilarang memetik bunga demi menjaga kelestarian lingkungan.
Beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini. Wisatawan dapat berjalan kaki santai menyusuri jalan aspal dan paving block yang membelah persawahan. Bagi yang menyukai tantangan, tersedia wahana sewa kendaraan roda empat untuk menjelajahi medan kebun. Setelah lelah, pengunjung bisa menikmati kuliner hangat seperti bakso, mi rebus, atau kopi di warung dan kafe yang tersedia. Sembari menyeruput kopi, gemerlap lampu kota di malam hari menciptakan memori liburan yang tak terlupakan.
Sebelum berkunjung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan mesin, dalam keadaan prima karena medan menanjak. Kenakan pakaian hangat dan alas kaki bersol datar untuk kenyamanan. Jaga etika dengan menghormati hak petani, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga ketenangan lingkungan. Dengan menerapkan etika sederhana ini, wisatawan turut berkontribusi pada kelestarian ekosistem wisata lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan