Media Kampung, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan membongkar salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan pengecekan langsung dan menemukan bahwa JPO lama tidak ramah bagi penyandang disabilitas.

JPO lama yang dibangun pada akhir 1980-an atau awal 1990-an tersebut memiliki perbedaan ketinggian yang cukup signifikan dengan area sekitarnya dan tidak dilengkapi fasilitas lift. Kondisi ini menyebabkan kesulitan akses bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk menggunakan jembatan penyeberangan tersebut.

Baca juga:

Pramono menjelaskan, kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai fasilitas penyeberangan sekaligus mendukung akses transportasi publik seperti Light Rail Transit (LRT). Namun, karena JPO lama tidak ramah disabilitas dan memiliki perbedaan tinggi yang cukup signifikan, Pemprov DKI memutuskan untuk membongkar JPO tersebut.

“Kami akan mempertahankan dan memperbaiki JPO yang lebih baru yang terhubung dengan LRT, termasuk meningkatkan fasilitas seperti lift agar lebih mudah digunakan oleh semua masyarakat,” ujar Pramono. Perbaikan ini juga mencakup pemeliharaan yang lebih menyeluruh untuk memastikan kenyamanan dan aksesibilitas.

Baca juga:

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menambahkan bahwa proses pembongkaran JPO lama akan segera dilakukan setelah proses administrasi di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) selesai, dengan target penyelesaian pembongkaran pada Oktober 2026.

Warga sekitar juga mendukung keputusan ini. Seorang warga bernama Keke (28) menyatakan setuju dengan pembongkaran JPO lama karena fungsinya sudah tergantikan oleh JPO baru yang terhubung dengan LRT. Sementara Yudi (40) menilai JPO lama sudah jarang digunakan dan pembongkarannya akan memperbaiki estetika kawasan serta mengurangi kebingungan bagi pengguna jalan.

Baca juga:

Dengan pembongkaran JPO lama, nantinya akan hanya ada satu JPO di kawasan Rasuna Said yang lebih modern dan ramah disabilitas, memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.