Media Kampung – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah konkretnya adalah program Jatim Cerdas yang menyediakan beasiswa bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur. Program ini telah menjangkau lebih dari 81.000 siswa SMA/SMK dan 62.000 mahasiswa PTS penerima beasiswa.

Penyerahan beasiswa digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat, 19 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Dyah Sawitri, serta rektor, guru, mahasiswa, dan siswa penerima beasiswa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen untuk mewujudkan prinsip no one left behind atau tidak boleh ada yang tertinggal. “Kita berharap bahwa no one left behind, tidak ada masyarakat yang tertinggal di dalam mengakses pendidikan di Jawa Timur,” ungkap Khofifah kepada awak media usai acara. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antar lembaga pendidikan di Jawa Timur dalam pemerataan akses pendidikan. “Kami menyampaikan terima kasih, bahwa kolaborasi sinergi dan kerjasama kegotong-royongan antar lembaga pendidikan swasta di Jatim ini menurut saya adalah satu ikhtiar yang sangat penting untuk memutus rantai kemiskinan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa teknis pendaftaran beasiswa dapat diakses melalui laman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur. Ia menyebut sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta telah terintegrasi dalam sistem tersebut sehingga dapat dipilih oleh orang tua atau calon peserta didik. “Saat ini sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta yang telah terintegrasi dengan web kami, di situ bisa diakses oleh orang tua atau calon orang tua murid yang ingin mengakses anaknya masuk di sekolah mana saja selama kota itu belum terpenuhi,” ucapnya.

Program Jatim Cerdas ini menjadi bagian dari tagline “Pendidikan Berdampak” dan merupakan respons atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng sekolah swasta dan PTS untuk menyediakan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan. Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Dyah Sawitri menyebut terdapat 304 perguruan tinggi swasta yang siap mendukung program beasiswa tersebut. “Inisiasi Gubernur dalam rangka meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) yang karya nyata ini bisa diwujudkan sesuai dengan Asta Cita keempat presiden dan wakil presiden dalam pengembangan sumber daya yang dimiliki,” ujarnya.

Selain beasiswa dari kampus, tersedia pula berbagai skema lain seperti beasiswa yayasan, kemitraan dengan dunia industri, serta program Online Scholarship Competition (OSC). Seluruh program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi di Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.